Sleman (SIBERINDO) – Hujan disertai angin kencang yang terjadi Minggu (31/1) pukul 15.00 WIB mengakibatkan objek wisata Blue Lagoon di Dusun Dalem Widodomartani, Widodomartani, Ngemplak, Sleman porak poranda. Warga yang mengandalkan lokasi wisata itu untuk mencari nafkah pun merugi. Padahal, omset mereka sudah turun drastis akibat pandemi corona.
Akibat sapuan lesus, sebuah pohon berukuran cukup besar roboh menimpa rumah ibadah dan tempat berjualan para pedagang rusak parah. Beruntung, akibat peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka dan hanya kerugian material.
“Tidak ada korban jiwa, hanya sebuah pohon roboh menimpa tempat ibadah dah tempat jualan warga,” ujar Suhadi selaku pengelola Blue Lagon, Senin (1/2) kemarin.
Menurutnya, angin kencang tersebut berawal dari adanya hujan deras di wilayah Sleman yang kemudian memicu bencana alam puting beliung.
“Untuk sementara objek wisata ditutup karena dalam proses perbaikan. Kami berharap segera dibuka kembali, karena merupakan tumpuan hidup warga sekitar,” ujar anggota Koramil Ngemplak berpangkat Sertu itu.
Menurutnya, saat angin kencang menerjang, ada sejumlah pengunjung di lokasi. Namun peristiwa itu, sangat memukul warga sekitar, apalagi sejak dibuka pada September 2014 silam, Blue Lagoon menjadi penopang hidup warga.
Dikatakan Suhadi, sebelum pandemi, Blue Lagoon mampu mendatangkan 4.000 hingga 10.000 pengunjung tiap bulannya. Selama pandemi, jumlah pengunjung ke lokasi wisata yang mengandalkan pemandian alami ini turun drastis.
“Saat kami berusaha bangkit akibat pandemi, tempat warga mencari nafkah malah diterjang puting beliung. Meski ada pancemi corona, kami tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (Shn/harianmerapi.com)











Komentar