oleh

Pencarian Hilangnya Penambang Pasir Dihentikan

 

BANTUL (SIBERINDO) – Operasi pencarian penambang pasir yang hanyut di muara Sungai Opak kawasan Depok, Parangtritis, Kretek, Bantul, Suhardi (43) warga Padukuhan Duwuran, Parangtritis oleh Tim SAR gabungan resmi dihentikan, Rabu (3/2). Selanjutnya, Tim SAR Satlinmas Parangtritis tetap mencari korban secara piket harian.

Koordinator Wilayah III SAR Satlinmas Ali Sutanta Jaka Saputra kepada wartawan kemarin mengatakan, pencarian korban sudah dilakukan dengan jetski maupun jalur darat. Namun hingga batas waktu yang ditetapkan, korban belum juga ketemu.
“Dengan segala daya dan upaya, kami dari tim SAR gabungan sudah melakukan pencarian korban baik dengan jalur laut dan jalur darat,” ujar Ali. Karena sampai batas waktu ketentuan korban belum ditemukan, ujar dia, maka operasi gabungan dihentikan. Selanjutnya posko pencarian ditutup. “Pencarian tetap dilakukan dengan pantauan lapangan yang akan dilakukan oleh tim SAR piket harian,” ujar Ali.

Baca Juga  Natal dan Tahun Baru, Personel Basarnas Yogyakarta Patroli Siaga di Objek Wisata

Sebelumnya, Tim SAR gabungan sudah menyusuri sepanjang pantai selatan Bantul. Kemudian Muara Sungai Opak ke barat hingga Pantai Baru dan muara Sungai Opak ke timur hingga Parangtritis. “Terdapat 42 potensi terlibat dalam operasi pencarian korban,” imbuh Ali.

Sebagaimana diketahui, Suhardi (43) warga Padukuhan Duwuran, Kalurahan Parangtritis, Kapanwon Kretek, Bantul hanyut di muara Sungai Opak ketika sedang mencari pasir pada Senin (1/2) lalu.

Baca Juga  Lampaui Target WHO, 34 Persen Populasi Telah Divaksin

Peristiwa memilukan tersebut terjadi ketika korban pagi itu menambang pasir di muara Opak. Setelah perahu penuh pasir, korban kemudian menghidupkan mesin. Tetapi tiba-tiba mesin perahu mati dan langsung terserat ke muara Sungai Opak masuk ke laut.

Sementara Kasi Pembinaan Masyarakat Sat Pol PP Bantul, Eko Wahyudi SSos MM sebelum melapas SAR gabungan melakukan pencarian mengatakan, dalam operasi pencarian semua SAR gabungan harus mematuhi protokol kesehatan. “Keselamatan SAR adalah yang utama,” tandasnya. (Roy/harianmerapi.com)

Baca Juga  Penyuluh KUA Sewon Tampil Sebagai Peserta Bimtek Terbaik

 

Komentar

News Feed