JOGJA – Ruas jalan nasional Wonosari-Yogya tepatnya di kawasan Hutan Wanagama, Gading, Playen, Gunungkidul macet total akibat pohon walikukun berukuran besar dengan diameter lebih dari 100 sentimeter roboh merintangi ruas jalan Kamis (4/3) pagi kemarin. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material akibat peristiwa tersebut karena saat kejadian arus lalu-lintas kebetulan dalam keadaan sepi.
“Penyebab pohon tumbang diperkirakan akibat tingginya curah hujan dan karena usia pohon tersebut sudah tua dan bagian akarnya lapuk. Kemacetan arus lalu-lintas bisa diatasi beberapa saat setelah dilakukan pemotongan dahan dan batang pohon tersebut,” kata Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi kepada wartawan kemarin.
Dijelaskan, pohon yang berusia tua itu ambruk dengan tiba-tiba. Kemarin pagi, kebetulan ruas jalan Hutan Wanagama, Gading, Playen, Gunungkidul tidak sedang ramai pengguna jalan. Tiba-tba saja pohon ambruk melintang di jalan. Sejumlah pengendara pun langsung berhenti. Mereka tak bisa melintas hingga menimbulkan kemacetan panjang dari kedua arah. Kejadian ini segera dilaporkan kepada petugas kepolisian dan DPBD Gunungkidul. Petugas gabungan segera melakukan evakuasi dengan memotongi dahan dan batang pohon.
Menurut Hajar Wahyudi seperti diberitakan harianmerapi.com, hingga saat ini belum diketahui penyebab pohon besar berumur ratusan tahun tersebut tumbang. Dugaan sementara akibat tingginya curah hujan maupun angin kencang yang terjadi dalam dua hari lalu. “Karena tergerus air dan faktor termakan usia juga lantaran bagian akarnya lapuk, pohon dengan ketinggian mencapai 25 meter itu tidak kuat menahan beban dan akhirnya roboh,” imbuhnya.
Dia menambahkan pemotongan ranting dan batang pohon memakan waktu lama hingga pengguna jalan dari arah Yogya tujuan Wonosari putar balik dan melewati jalan alternatif melalui ruas jalan rest area Hutan Bunder. Bahkan baik yang dari arah Yogya tujuan Wonosari maupun sebaliknya, mengambil jalan alternatif melalui tengah hutan Bunder-Sendangmole-Gading.
Terkait kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunungkidul mengimbau masyarakat mewaspadai potensi angin kencang pada masa pancaroba atau peralihan musim dari hujan ke kemarau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengatakan berdasarkan pemetaan, semua kecamatan memiliki potensi ancaman angin kencang.
“Untuk mengantisipasi bencana potensi kencang, kami minta masyarakat melakukan gerakan pemangkasan ranting pohon di lingkungan supaya tidak roboh ketika hujan,” kata Edy.
Ia mengakui dalam beberapa hari terakhir, di Gunungkidul banyak terjadi kasus pohon besar tumbang karena tidak kuat menahan hujan disertai tiupan angin cukup kencang. Akibat pohon tumbang menimpa bangunan rumah, menutup akses jalan dan yang lain.
“Berdasarkan informasi, angin kencang masih akan terjadi beberapa hari ke depan. Kami mengimbau masyarakat mewaspadai angin kencang, khususnya di sekitar rumahnya yang ada pohon besar,” katanya.
Edy mengatakan BPBD juga mengingatkan sejumlah wilayah berpotensi Banjir zona utara, mulai dari Semin, Ngawen, Patuk, Wonosari, Playen, dan Panggang. Wilayah tersebut rawan Banjir lantaran berada di jalur Sungai Oya. Sedangkan Wonosari berpotensi terjadi Banjir genangan.
“Sebagai langkah antisipasi, warga yang tinggal di daerah rawan bencana kami minta meningkatkan kewaspadaan,” katanya. (Pur/harianmerapi.com)











Komentar