oleh

Menteri Teten Puji Susu dan Keju Buatan Sleman

Jogja.siberindo.co – Bupati Sleman Sri Purnomo menerima kunjungan Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki, beserta rombongan, Kamis (6/8/2020). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara kunjungan menteri Koperasi dan UKM RI di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

Pada kesempatan itu menteri Koperasi dan UKM melakukan kunjungan ke dua tempat yang berada di Kecamatan Cangkringan. Pertama Teten meninjau pengelolaan peternakan sapi perah di KUD Sapi Merapi Sejahtera (Samesta), di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Kemudian dilanjutkan dengan meninjau produksi keju milik Mazaraat Cheese di Desa Wukirsari , Kecamatan Cangkringan, Sleman.

Di sela-sela acara tersebut, Bupati Sleman mengatakan bahwa Pemkab Sleman akan terus mendorong dan memberikan pembinaan koperasi di Kabupaten Sleman, khususnya KUD Samesta.

Tujuannya agar KUD Samesta dapat memberikan suplai susu sapi yang baik dan berkualitas sebagai bahan baku produksi keju. “Saya percaya ke depan kebutuhan keju di Indonesia akan meningkat. Dan saya berharap salah satunya dari lereng Merapi ini,” ujarnya.

Baca Juga  Pembaca Media Siber Minati Sensasi Wisata

Sementara itu, Teten yang pada kesempatan tersebut sempat mencicipi keju produksi Mazaraat Cheese mengatakan, keju tersebut tidak kalah dengan keju impor, bahkan telah berstandar internasional.

Bahkan, menurutnya produksi keju di Sleman sangat potensial untuk bersaing di pasar dunia. Dia mendorong agar pemerintah daerah bersama pengusaha untuk memperhatikan kualitas dan ketersediaan pasokan bahan baku berupa susu tersebut.

“Ini kan kaitannya dengan gaya hidup dari masyarakat kelas menengah Indonesia meningkat 30 persen setiap tahunnya. Selain itu, quality of living terkait makanan sehat sekarang ini kan jadi tren,” jelas Teten.

Baca Juga  Olah Kotoran Sapi Jadi Pupuk Organik, Petani Suren Menuju Pertanian Ramah Lingkungan

Ia mengatakan bahan baku susu beserta produk keju selama ini masih impor dari luar. Namun, masa pandemi seperti saat ini turut menghambat kegiatan impor susu dan keju. Karena itu, dapat menjadi peluang bagi produsen susu dan keju lokal untuk memenuhi permintaan konsumen dalam negeri. (Jat/wiradesa.co)

Komentar

News Feed