SLEMAN – Di tengah pandemi Covid-19, warga Padukuhan Dagen, Sidoarum, Sleman berinisiatif mengembangkan wisata bernuansa pedesaan dengan nama Wisata Kaliapung. Menurut pengurus Wisata Kaliapung yang juga Dukuh padukuhan setempat, Iwan Daru, awalnya ia dan beberapa warga ingin berusaha meningkatkan perekonomian ataupun pemberdayaan warga melalui wisata yang kental dengan nuansa pedesaan. Tak kalah penting, dengan adanya kawasan wisata tersebut semakin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan sungai. Antara lain, tak membuang sampah di sungai.
“Ada rencana juga dalam waktu dekat kami ingin membuat jembatan gantung di atas sungai yang biasa dilewati perahu getek. Pengunjung akan bisa berselfiria di jembatan dan berlatar belakang perahu getek,” bebernya kepada harianmerapi.com, baru-baru ini.
Di sungai kawasan Kaliapung atau pinggir timur Dagen, sebut Iwan, saat ini ada empat perahu getek. Setiap pengunjung yang naik perahu getek, diharapkan bisa menikmati suasana sungai di pinggir padukuhan setempat. Tak kalah menarik, mulai dari anak-anak sampai lansia dapat merasakan sensasi saat naik perahu getek. Jarak tempuhnya sekitar 500 meter dari start, yakni melewati jalur dengan menantang arus (ke utara) maupun mengikuti arus (ke selatan). Sudah dibangun juga semacam titik kumpul atau dermaga saat naik serta turun dari perahu getek.
“Tenaga pendayung perahu getek masih diutamakan kru pengelola Wisata Kaliapung. Tapi, kalau ada penumpang siap membantu mendayung dibolehkan juga terutama saat menantang arus sungai,” ungkapnya.
Ditambahkan Iwan, saat ini 15 warganya cukup antusias menjalankan atau menjadi pengurus tempat wisata ala ndeso tersebut. Sementara hanya dibuka setiap Minggu, dari pagi sampai sore hari. Adapun luasan wilayah yang sudah dikelola sekitar satu hektar, dan merupakan tanah milik suatu yayasan, namun belum akan digunakan oleh pihak yayasan. Selain ada wahana perahu getek, di barat sungai dengan suasana nyaman, karena ada banyak pepohonan dan rumpun bambu ampel juga ada 11 lapak kuliner.
Aneka jenis makanan atau masakan diutamakan bernuansa tradisional antara lain bubur, jenang, aneka menu nasi, soto, gorengan, pecel, combro (makanan berbahan singkong), pecel dan beberapa jenis minuman tradisional. Penyewa stan kuliner diutamakan warga setempat, jika semakin bertambah peminatnya ada kemungkinan ditambah lagi stand kulinernya, dengan ciri bangunan antara lain tiang-tiang serta pagarnya memanfaatkan bambu.
“Ada lagi wahana permainan anak dan lahan tanaman jenis buah-buahan seperti alpukat, durian, jambu madu Deli, jambu kristal, kelengkeng matalada, buah tin, mangga serta anggur Brasil,” terangnya. (Yan/harianmerapi.com)











Komentar