oleh

Warga Tolak Pembangunan TPST Plumbon, Kulonprogo

 

KULONPROGO – Rencana pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Padukuhan Sringkel, Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon, Kulonprogo, mendapat penolakan dari warga setempat. Warga khawatir, keberadaan TPST akan mengakibatkan polusi udara dan kerusakan jalan.

Sebagai bentuk penolakan, warga memasang spanduk di sepanjang jalan desa lokasi calon TPST Plumbon. Spanduk bernada kecaman itu sudah terpasang beberapa hari, di antaranya bertuliskan Tolak Pembangunan TPST, Sampah Sumber Penyakit dan sebagainya.

Perwakilan warga, Muslim Badrudin mengatakan, 90 persen warga Sringkel menolak rencana pembangunan TPST di wilayah tersebut. Warga merasa khawatir, keberadaan TPST akan menimbulkan dampak negatif, di antaranya bau tidak sedap yang menyengat dan kerusakan jalan akibat aktivitas truk pengangkut sampah.

Baca Juga  Tinjau Vaksinasi Buruh di Purbalingga, Kapolda Jateng Minta Masyarakat Tetap Jaga Prokes

“Intinya kami menolak. Kami khawatir dampak yang dihasilkan dari kehadiran TPST akan menyengsarakan masyarakat,” kata Muslim, Minggu (7/2), sebagaimana diberitakan harianmerapi.com.

Muslim menambahkan, tanah kas desa yang akan digunakan sebagai lokasi TPST merupakan lahan pertanian produktif. Lahan tersebut sering digunakan masyarakat untuk bercocok tanam.

“Kalau dibangun TPST, lahan pertanian warga jadi hilang,” tegasnya.

Baca Juga  KEE Sebagai Penyangga Keanekaragaman Hayati Di Luar Kawasan Konservasi

Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPT Persampahan Air Limbah dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Toni mengatakan, pembangunan TPST Plumbon baru masuk rencana awal. Hingga kini belum ada kejelasan terkait dengan pelaksanaan pembangunannya.

Toni menjelaskan, Plumbon dipilih sebagai lokasi pembangunan TPST karena dinilai strategis dan bisa menjadi pendukung jika TPST Banyuroto penuh. Selain itu, keberadaan TPST di Plumbun juga dapat mendukung kawasan aerotropolis seiring dengan hadirnya Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kapanewon Temon.

Baca Juga  Terapkan Konsep Urban Farming di Atap Rumah, Daliman Motivasi Orang Desa Agar Menanam Cabai

“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada warga terkait sistem pengelolaan TPST yang sehari selesai. Sistem ini memungkinkan tidak terjadi penumpukan sampah,” katanya.

Kemudian terkait kekhawatiran kerusakan jalan akibat aktivitas truk pengangkut sampah, Toni menegaskan akan ada akses khusus TPST. Truk pengangkut sampah akan dibuatkan jalan sendiri dan tidak melewati jalan desa.
“Kalau tetap ada penolakan, itu hak masyarakat,” ujarnya. (Unt/harianmerapi.com)

 

Komentar

News Feed