WATES – Pemkab Kulonprogo mencatat adanya klaster baru penularan Covid-19 di Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan. Klaster tersebut bermula dari kegiatan masyarakat berupa hajatan pernikahan dan kerja bakti. Kuat dugaan, sumber penularan Klaster Bojong merupakan juru masak di acara tersebut.
Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana menyampaikan, ada 13 kasus positif yang muncul dari Klaster Bojong. Saat ini, sedikitnya ada 100 orang hasil pelacakan Klaster Bojong yang sudah menjalani tes.
“Kita sedang menunggu hasilnya, berharap tidak semua terpapar,” kata Fajar di Kompleks Pemkab Kulonprogo, Selasa (9/3).
Ia menguraikan, Klaster Bojong bermula dari adanya warga Bojong yang bertransaksi jual beli dengan warga luar daerah. Warga Bojong ini kemudian menghadiri acara hajatan juga kerjabakti dan berperan sebagai juru masak hingga terjadi pemaparan virus Covid-19.
“Ketahuan positif Covid-19 setelah merasa tidak sehat serta kehilangan indera perasa. Di lingkungan itu 13 orang hasil tesnya positif Covid-19. Kami masih terus melakukan pelacakan,” jelas Fajar seperti diberitakan harianmerapi.com.
Atas kemunculan Klaster Bojong, Fajar mengakui Pemerintah Kalurahan Bojong kecolongan. Ia juga menuding gugus tugas tingkat kalurahan tidak mau turun ke lapangan untuk mengedukasi warga dan mengawasi kegiatan masyarakat. Kegiatan masyarakat di Bojong juga dikatakan Fajar mengabaikan protokol kesehatan.
“Kalau masih seperti ini bakal kita tindak tegas dengan pemanggilan atau surat teguran. Kami berharap pemerintah kalurahan mengawasi dan mengedukasi masyarakat di lingkungannya terutama terkait penerapan protokol kesehatan,” tegas Fajar.
Terpisah, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, drg Theodola Baning Rahajujati menyampaikan, hajatan pernikahan digelar warga Bojong pada 17 Februari lalu. Saat itu, ada warga yang sakit namun ikut membantu hajatan. Kondisi diperparah dengan kegiatan warga Padukuhan X dan IX di Kalurahan Bojong yang menggelar kegiatan kerja bakti pada 27 Februari.
“Setelah kegiatan kerja bakti ada kegiatan makan bersama. Informasinya ada yang tidak memakai masker. Ibu-ibu juga sebelumnya ikut memasak untuk diberikan kepada warga yang kerja bakti,” terang Baning.
Salah satu warga yang positif Covid-19 juga merupakan pamong Kalurahan Bojong. Tim gugus tugas kemudian mengambil kebijakan menutup sementara Kantor Kalurahan Bojong dan melakukan tes terhadap 17 pamong. Penutupan Kantor Kalurahan Bojong dilakukan hingga hasil tes pamong keluar.
Selain pamong desa, gugus tugas melalui Dinas Kesehatan Kulonprogo juga melakukan tes kepada 45 warga yang dinyatakan sebagai kontak erat. Sementara 13 warga yang telah dinyatakan positif Covid-19 saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
“Mereka hanya bergejala ringan. Badan tidak enak dikira kecapekan karena rewang, ternyata terpapar Covid-19,” imbuh Baning. (Unt/harianmerapi.com)











Komentar