oleh

Kongres Kebudayaan Desa tak Abai Terhadap Masyarakat Adat

Jogja.siberindo.co – Talkshow melibatkan langsung komunitas masyarakat adat di Indonesia menjadi rangkaian kegiatan Festival Kebudayaan Desa-Desa Nusantara pada 13-16 Juli 2020. Koordinator acara Eko Nuryono mengatakan, Festival Kebudayaan Desa-Desa Nusantara merupakan agenda lanjutan dari Kongres Kebudayaan Desa (KKD) yang diselenggarakan di Kampung Mataraman, DIY.

“Selain talkshow, agenda diisi produksi video, dan performing art,” ucap Eko, Kamis (9/7).

Masyarakat adat di Indonesia yang akan terlibat pada sesi talkshow antara lain masyarakat adat Boti, Papua, Sigi, Baduy, Aceh, Minang, Batak, Melayu, Tidore, Biak, Bajo, dan Kajang.

Dalam talkshow tersebut, masyarakat adat memaparkan kearifan lokal dan nilai luhur yang mereka anut. Utamanya bagaimana mereka dapat bertahan pada masa pandemi Covid-19 dengan berpegangan pada tata kearifan lokal dan nilai luhur setempat.

Baca Juga  UGM Bagikan 3 Ekor Sapi Kurban pada Iduladha 1441 H

“Di sela talkshow ditampilkan video landscape lokal alam desa-desa adat tersebut. Pada malam hari ditampilkan performing art beberapa seniman dan sastrawan. Antara lain Joko Pinurbo, Whani Darmawan, dan Naumi Srikandi,” imbuh Eko.

Tiga malam berturut-turut ditampilkan wayang pulau dan batik shadow. Pada penghujung acara digelar suluk budaya, sebagai puncak acara untuk membangun Indonesia baru.

Lurah Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi mempertegas bahwa Festival Kebudayaan Desa diharapkan mampu menunjukkan keberpihakan dan dorongan negara untukmemberi pengakuan terhadap masyarakat adat.

Baca Juga  Krisis Keamanan Politik, Pertanda Indonesia di Ambang Negara Gagal?

“Festival kebudayaan adalah jawaban KKD tidak abai terhadap masyarakat adat. Ini sebagai upaya agar negara mendudukkan masyarakat adat sama seperti masyarakat lainnya. Sehingga lewat acara ini, bisa memberi alternatif tawaran kepada negara dari perspektif masyarakat adat,” ujar Wahyudi. (Sukron)

Komentar

News Feed