oleh

KPU Gunungkidul Siapkan Formula Debat Paslon Pilkada di Tengah Pandemi

GUNUNGKIDUL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memfasilitasi pelaksanaan debat terbuka antara pasangan calon (paslon) Pilkada 2020.

KPU Gunungkidul tengah menyusun formula yang tepat mengingat Pilkada 2020 ini berhadapan dengan situasi pandemi Covid-19.

“Masih kami susun konsepnya seperti apa, tapi yang pasti debat akan kami gelar 3 kali,” kata Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, seperti dilansir dari laman PPID Pemkab Gunungkidul, Minggu (11/10/2020).

Menurut Hani, debat paslon kemungkinan akan digelar dalam 3 jeda waktu berbeda secara berturut-turut. “Rencananya akan digelar pada akhir Oktober, awal dan akhir November. Tema tiap debat pun akan berbeda-beda,” jelasnya.

Jumlah undangan yang hadir dalam pelaksanaan debat nanti akan dibatasi. Pembatasan ini mengikuti Peraturan KPU Nomor 13/2020. Maka paslon hanya boleh didampingi 4 orang dari tim masing-masing, dari Bawaslu 2 orang dan KPU sebanyak 5 orang.

“Debat sendiri akan ditayangkan secara langsung melalui televisi nasional. Tahapan ini juga menjadi bagian sosialisasi dan pengenalan paslon yang jadi peserta,” kata Hani.

Untuk diketahui, belum lama ini KPU Gunungkidul telah menyelesaikan proses lelang terbuka tingkat nasional untuk pembuatan Alat Peraga Kampanye (APK).

Menurut Hani, saat ini sudah ada pemenang lelang dan proses pencetakan masih berlangsung. “Pemenang lelangnya dari Jakarta, karena mekanisme lelang diatur oleh KPU RI dan dilakukan secara nasional,” imbuhnya.

Anggota KPU Gunungkidul, Supami, mengatakan bahwa APK yang disediakan terdiri dari spanduk, baliho, hingga materi audiovisual. “Materi audiovisual ditampilkan lewat videotron di persimpangan RSUD Wonosari,” jelasnya.

Selain itu, tiap paslon disediakan bahan kampanye berupa poster, selebaran, brosur, dan pamflet. Jumlah bahan kampanye dan APK ini disesuaikan dengan aturan.

Baca Juga:  Ketua DPC PDIP Yogya Eko Suwanto: Santri Berperan Strategis Jaga Persatuan Bangsa Indonesia

“Jumlah Kepala Keluarga (KK) di Gunungkidul turut menentukan jumlah bahan kampanye dan APK yang dibuat,” jelas Supami.

Dia pun mencontohkan, tiap paslon akan diberikan lima baliho. Sedangkan untuk spanduk tiap paslon diberikan 2 unit, dikalikan dengan 144 kalurahan yang ada di Gunungkidul. (Ilyas Mahpu/Serikatnews.com)

Komentar

News Feed