oleh

Olah Aneka Keripik Hasil Panen Kebun Herbal

KEBUMEN – Lahan pekarangan dan halaman sekitar rumah dapat dimanfaatkan sebagai kebun aneka tanaman herbal. Hasil panen kebun herbal bisa diolah jadi keripik. “Dari lahan sekitar rumah, saya mencoba memanfaatkannya untuk dijadikan kebun herbal lalu dibuat keripik,” kata Sumiyati (59), owner aneka keripik herbal, Selasa, 16 Maret 2021.

Sumiyati, warga RT 1 RW 7 Dusun Kuwarakan Desa Kuwayuhan, Pejagoan, Kebumen selama ini menanam herbal seperti sirih (merah, hijau). Ada juga jenis sayuran bayam (merah, hijau), daun kelor, daun pegagan dan daun binahong. Hampir setiap sudut di rumahnya penuh dengan tanaman hijau dan segar.

Dijelaskan Sumiyati atau akrab disapa Sum, dirinya juga menanam tanaman di pekarangan keluarga. Harapannya untuk kebutuhan memasak sayur tidak harus beli, tinggal bruwun di pekarangan sendiri sudah cukup. Alhasil tiap jengkal halaman dan pekarangan sudah penuh dengan sayuran. “Di belakang rumah juga ada kolam lele,’’ imbuhnya. Setelah beberapa kali panen, ide kreatif Sum pun lahir.

Baca Juga  Jogja Berwakaf, Ikhtiar Bersama Mengembangkan Ekonomi Syariah

Panen dari kebun yang melimpah sempat membuatnya bingung. Hendak diolah apa. Akhirnya dia mencoba mengolah aneka keripik. Seperti keripik pegagan.

Sum berbagi kiat mengolah keripik pegagan. Pertama, petik daun pegagan yang segar. Kemudian cuci dan tiriskan 10 menit. Bahan tambahannya mudah dicari seperti tepung beras, tepung tapioka dan telur serta minyak goreng. Bumbu berupa garam, bawang dan ketumbar. Bahan-bahan tersebut dibikin adonan. Campurkan daun pegagan sebelum digoreng. Gorenglah daun pegagan sekitar 10 menit sampai menjadi keripik renyah.

Baca Juga  Komisi I DPR Dukung dan Apresiasi Program Unggulan KSAD Jenderal Dudung

“Alhamdulilah hasilnya cukup memuaskan, banyak pelanggan yang suka,” ucap Sum yang menjual aneka keripik lewat jalur online dan diambil distributor. Sum menyebut, rahasia keripik renyah sebab ditambahkan dengan kuning telur. Usaha Sum mengolah hasil kebun sendiri menjadi olahan keripik sudah berlangsung selama 15 tahun. Sum menamai usahanya dengan aneka keripik herbal Bu Sum.

Diberi nama aneka keripik herbal sebab konsumennya, paling banyak minta dibuatkan keripik sirih, daun binahong, daun pegagan dan lainnya. “Selain olahan keripik, saya juga menerima pesanan kue-kue basah. Lemper, dan lainnya. Alhamdulilah sampai sekarang masih banyak pelanggan,” tambahnya.

Bahan baku keripik herbal dipetik Sumiyati dari kebun sekitar rumah (Foto: Nur/Wiradesa)

Semua usaha dilakukan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Semenjak suaminya meninggal, ia bertekad menyekolahkan anak-anaknya. Di tengah kesibukan sebagai Ketua Pokja 3 Desa Kuwayuhan yang menangani masalah pangan, sandang dan papan, Sum tetap bisa membagi waktu memproduksi aneka keripik herbal serta pesanan kue basahnya. Siang itu, Sum baru saja kedatangan tamu dari dinas terkait seperti dinas kesehatan. Dinas tersebut berkunjung guna mengurus pembuatan PIRT (Produk Industri Rumah Tangga). Fungsi PIRT untuk menjamin konsumen mengenai produk yang ditawarkan oleh pelaku industri. Para pengusaha UKM atau UMKM akan melewati pelatihan atau penyuluhan terlebih dahulu dari dinas kesehatan setempat

Baca Juga  Ketua Dewan Pers Apresiasi buku Ambang Sandyakala Jurnalisme Karya Ketua SMSI DIY

Menurut Ketua Pokja 3 Sumiyati, usahanya kini sedang dalam proses pembuatan PIRT. Pelanggan tidak perlu khawatir perihal keamanan produk pangannya. Semua sudah terjamin. Aneka keripik herbal Bu Sum dijamin berkualitas serta sudah memiliki standar pengemasan dan penyimpanan label pangan. (Nur Anggraeni/wiradesa.co)

Komentar

News Feed