oleh

Workshop Mendongeng Lebih Seru dan Asyik Dilaksanakan dengan Luring

YOGYAKARTA – Workshop Mendongeng lebih seru dan asyik dilaksanakan dengan luring atau tatap muka. Karena jika disampaikan hanya dengan daring atau zoom, tidak bisa menyentuh perasaan, dan sering terkendala jaringan.

Saran itu disampaikan Bunda Sarmi, guru TK Ananda Kulonprogo, saat dilaksanakan Evaluasi Program Workshop Mendongeng Organisasi Penggerak Rumah Dongeng Mentari melalui daring, Kamis 16 Desember 2021.

Evaluasi selain mengundang 58 guru TK se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) peserta Workshop Mendongeng, juga pejabat Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, serta dinas terkait di Kabupaten Sleman, Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta.

Baca Juga  Nakes Lansia di Kota Yogya Mulai Divaksin

Bunda Sarmi berharap tahun depan bisa dilaksanakan workshop mendongeng lagi. Namun materi pelatihannya lebih diperdalam, fokus, dan detail di setiap materinya. Guru TK ini juga menyarankan agar isian lembar evaluasi tidak membingungkan.

Sedangkan Bunda Sri Susilowati, guru TK Negeri Pembina Yogyakarta, menyarankan agar waktu pelaksanaan workshop mendongeng tidak melebihi jam kerja atau sebaiknya diselenggaran pas jam kerja, antara pukul 07.00 sampai 15.00. “Kalau sampai melebihi jam 3 sore, nanti pulangnya kami kemalaman. Soalnya zoom-nya di sekolah,” ujar Bunda Sri.

Baca Juga  Aksi Peringati Hari Bumi 2021, Tolak Kebijakan yang Memperparah Krisis Iklim

Bunda Sri menyarankan agar materi workshop diberikan di awal atau sebelum pelatihan dimulai. Agar para peserta bisa mempelajari materi sebelum mengikuti workshop. “Jika ada lagi pelatihan sebaiknya dilaksanakan secara luring atau tatap muka dan pesertanya diutamakan guru yang berbeda,” papar Bunda Sri.

Selanjutnya Bunda Endah guru TK PGRI Sentolo Kulonprogo juga berharap pelaksanaan workshop nantinya diselenggarakan dengan tatap muka. Setelah mengikuti workshop mendongeng, Bunda Endah sudah mempraktekkan materi dongengnya di kelas dan anak didiknya senang. “Saya mohon besok penggunaan media dongengnya lebih bervariasi,” tegas Bunda Endah.

Baca Juga  Prabowo: Jokowinomics Aplikasi Nyata Daripada Ekonomi Pancasila

Pada evaluasi program workshop mendongeng organisasi penggerak RDM, Kamis kemarin, diawali dengan sambutan pengantar oleh Ayu Purbasari. “Alhamdulillah, pelaksanaan program workshop mendongeng berlangsung dengan lancar. Pesertanya para guru TK dari Sleman, Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, dan Yogyakarta tampak antusias dan aktif selama mengikuti enam kali pertemuan. Maturnuwun untuk semuanya,” ujar Ayu.

Pimpinan program workshop mendongeng “Imajinasi Indonesia”, Rona Mentari mengapresiasi antusiasme para guru TK saat mengikuti pelatihan mendongeng. Saran dan harapan para peserta menjadi bahan menarik untuk penyusunan program mendongeng di tahun berikutnya. (*/wiradesa.co)

News Feed