SEMARANG – Ratna (31), seorang wanita pekerja seks komersial (PSK) bernasib tragis. Ia ditemukan tewas, Jumat (7/5) di kamar kos di Jalan Pusponjolo Semarang di tangan pelanggan barunya, gara-gara foto status pada medsos pamer lembaran ratusan ribu, bagai kipas di kedua tangannya.
“Kami membunuh karena butuh duit untuk bayar kos dan makan,” ungkap Dafam (23), satu dari dua pelaku yang dibekuk Resmob Sat Reskrim Polrestabes Semarang.
Penyidik hingga Minggu (16/5) selain meringkus kedua tersangka Dafam dan rekannya, Ibnu (19) di rumah kos Jalan Cikrapyak Pedurungan Semarang, juga menyita barang bukti di antaranya sejumlah uang, ponsel milik korban yang disita dari penadah, 150 butir obat keras atau pil koplo dan motor milik pelaku. Kedua lelaki itu sama-sama cacat seumur hidup akibat kaki kanannya tertembus peluru.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar kepada wartawan menyebutkan kasus pembunuhan ini bermula ketika pelaku berkedok memboking korban, dan membunuh dengan maksud mempermudah menguasai barang berharga milik korban Ratna (31) warga Perbalan yang kos di Jalan Pusponjo.
Kematian Ratna semula diketahui warga sekitar tempat kos korban. Warga pada pagi sekitar pukul 04.30 dikejutkan kepulan asap di kamar kos korban. Setelah warga memanggil tidak ada jawaban, lalu warga membuka paksa pintu kamar korban. Warga bertambah kaget menjumpai penghuni kamar telentang di kasur tidak bernyawa. Api yang membakar kasur segera dipadamkan dan mayat lolos dari bara api. Warga kemudian lapor kepada aparat kepolisian.
Dilansir harianmerapi.com, Kapolrestabes didampingi Kasat Reskrim AKBP Indra Mardiana mengatakan, dengan adanya laporan itu pihaknya segera mendatangi tempat kejadian. Untuk pengusutan lebih lanjut, polisi mengirim mayat korban ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk diotopsi .
Tim Resmob Sat Reskrim Polrestabes Semarang dipimpin Ipda Arindra sambil menunggu hasil otopsi terus bergerak. Dari petunjuk hasil rekaman CCTV dan keterangan beberapa orang saksi, tim memburu pelaku yang telah dikenali identitasnya. Petugas harus bolak-balik Semarang-Grobogan dan Bandungan Ambarawa. Selang enam hari setelah kejadian, kedua pelaku Dafam warga Jalan Jaksa dan Ibnu warga kampung Batik Semarang akhirnya diringkus. Mereka ditangkap ketika makan siang nasi bungkus di rumah kos Jalan Cikrapyak, Pedurungan Semarang. Kaki kanan mereka
sama-sama tertembus peluru karena mencoba melawan.
Kedua tersangka mengakui terus terang perbuatannya. “Saya butuh duit untuk bayar kos dan makan,” aku Dafam.
Untuk mendapatkan uang secara pintas, Dafam bersama Ibnu mengaku lewat medsos cari info PSK yang menawarkan dirinya secara samar kepada lelaki hidung belang. Pelaku tertarik terhadap Ratna yang jual diri lewat medsos, apalagi foto status Ratna itu memamerkan duit ratusan ribu dibuat seperti kipas dalam genggaman kedua tangannya. Bayangan kedua pembunuh itu sang PSK banyak duit.
Kemudian Dafam lewat ponsel menghubungi Ratna. Dan, kedua pelaku segera merapat ke tempat kos Ratna di Pusponjolo setelah terjadi kesepakatan sekali ‘main’ Rp 350 ribu. Setelah bertemu Dafam, korban meminta uang sebesar Rp 350.000 sebagai tanda pembayaran booking. Kemudian, mereka sebelum berhubungan intim minum minuman keras, sementara Ibnu yang paling muda menunggu di luar kamar.
Usai membersihkan badan di kamar mandi, Dafam dari belakang menjerat leher korban pakai kabel charger HP yang telah dipersiapkan.
Ratna tidak bisa melawan, kecuali meronta hingga tidak mampu bernapas.
Pelaku segera mengambil dompet korban. Pelaku kecele di dalam dompet ternyata cuma ada uang sekitar Rp 500 ribu, termasuk uang pembayarannya Rp 350 ribu. Semua diambil. Sebelum pergi, pelaku juga mengambil ponsel korban dan meletakkan rokok berapi di atas kasur dekat mayat korban hinggga kasur terbakar menimbulkan asap. Khusus ponsel dijual laku Rp 700 ribu. “Semua uang, termasuk uang hasil penjualan ponsel korban Rp 700 ribu telah habis untuk makan selama melarikan diri,” aku Dafam. (Sky/harianmerapi.com)











Komentar