JOGJA – Kabupaten Kulonprogo punya objek wisata baru yang bisa dijadikan tempat melepas lelah dengan biaya murah, yakni Embung Blubuk. Objek wisata baru tersebut berlokasi di Sendangsari Pengasih, tidak jauh dari pusat keramaian di Kulonprogo. Belakangan, Embung Blubuk menjadi tempat favorit para goweser untuk singgah saat bersepeda pagi dan sore hari.
Untuk berkunjung ke sana, wisatawan perlu meniti jalan yang sama seperti saat menuju objek wisata ternama di Kulonprogo yakni Kalibiru. Namun jangan khawatir, karena jalan menuju Embung Blubuk tidak terlalu berliku seperti saat menuju Kalibiru.
Diberitakan harianmerapi.com, pengelola kawasan wisata Embung Blubuk, Yunanto Abdul Rohman (30) menyampaikan, destinasi itu merupakan hasil pengembangan dari pembangunan yang dilakukan pemerintah provinsi empat tahun lalu. Belum lama ini, masyarakat setempat bekerja keras mengembangkan kawasan Embung Blubuk agar pantas dikunjungi wisatawan.
“Kami lihat, ada banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan. Warga kemudian bekerja secara swadaya,” kata Yunanto.
Pria yang akrab disapa Antok itu menuturkan, Embung Blubuk punya potensi wisata yang membanggakan. Berlokasi di pegunungan, kawasan ini bisa menyajikan keindahan alam kepada wisatawan. Mereka yang singgah akan langsung menghirup udara segar dan menikmati pemandangan hijaunya pohon-pohon perindang.
Karenanya, Embung Blubuk sangat pas disinggahi para goweser untuk melepas lelah usai bersepeda. Pengelola kemudian mengembangkan kawasan itu dengan menyediakan spot-spot foto menarik. Di antaranya, ruang duduk untuk bersantai, ayunan, tempat untuk berteduh dan sebagainya.
“Spot foto kebanggaan kami adalah bahtera Embung Blubuk. Wisatawan bisa naik bahtera itu dari tepian embung yang satu ke tepian lain yang menyediakan tempat untuk bersantai,” kata Antok.
Meski sederhana, namun bahtera Embuh Blubuk sangat instagramable. Warga membuatnya dari bahan bambu yang dirangkai menyerupai kapal berukuran sedang. Pengelola bahkan membuat pula dermaga sebagai tempat berlabuh bahtera, serta dermaga untuk spot foto wisatawan.
“Kami juga menyediakan fasilitas lain yakni camping ground. Ada tenda-tenda yang bisa dipakai wisatawan,” ucapnya.
Menariknya, wisatawan tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk berwisata di Embung Blubuk. Sebab hingga kini, pengelola belum menetapkan harga tiket masuk kawasan itu. Termasuk saat berfoto di spot-spot yang tersedia serta menaiki bahtera, semua bisa dilakukan secara cuma-cuma.
“Kami hanya menyediakan kotak sumbangan sukarela, mengisi seikhlasnya saja,” imbuh Antok.
Ia mengklaim, minat wisatawan untuk berkunjung ke kawasan wisata Embung Blubuk terbiang tinggi. Tempat ini selalu ramai dikunjungi saat pagi dan sore hari, terutama pada akhir pekan. Pengelola kemudian berinisiatif untuk membangun area kuliner berbentuk bangunan limasan. Beragam makanan khas Kulonprogo akan segera tersedia di sana.
“Sehingga ketika ada yang mau rapat di sini juga bisa,” ucapnya.
Salah satu pengunjung Embung Blubuk, Yanti (47) menyampaikan, dirinya mampir bersama teman-teman goweser untuk melepas lelah setelah bersepeda. Warga Jogoyudan Wates itu merasa senang berada di Embung Blubuk karena pemandangannya indah.
“Tadi sepedaan sama teman-teman, lalu mampir. Tempatnya sejuk dan bagus buat foto-foto,” katanya. (Unt/harianmerapi.com)











Komentar