BANTUL – Hujan deras bercampur angin yang terjadi di Bantul menyebabkan sedikitnya 56 titik pohon tumbang, belasan rumah warga rusak hingga gudang ambruk, Rabu (17/2) siang. Tak dilaporkan adanya korban luka dalam musibah ini. Meski demikian, kerugian material yang ditimbulkan cukup besar.
Selain rumah rusak, angin kencang juga menyebabkan 8 titik jaringan listrik terganggu dan 26 titik ruas jalan terhalang pohon yang tumbang. Sementara, sebuah gudang di Kapanewon Kasihan roboh setelah tidak kuat menahan terpaan angin.
Gudang yang belum lama dibangun tersebut berada di RT 10 Mrisi, Kasihan, Bantul. Salah satu warga setempat, Muhammad Toyib menceritakan bahwa cuaca di daerahnya cukup cerah sejak pagi hari. Namun mendung hitam muncul sekitar pukul 10.00 dan diikuti dengan angin yang bertiup kencang. Gudang milik warga Surabaya tersebut berada di seberang jalan tepat di depan toko besi miliknya. Sehari sebelumnya, Toyib mengatakan bahwa kondisi gudang yang berbahan baku baja ringan beratap galvalum itu sudah terlihat sedikit miring. Kemudian beberapa saat setelah angin kencang, kemiringan tiang gudang semakin jelas. “Waktu itu ada orang berteduh di dalam gudang, terus saya suruh pindah,” sebutnya.
Diberitakan harianmerapi.com, angin semakin kencang setelah hujan mulai turun. Akhirnya, gudang dengan luas sekitar 100 meter persegi itu roboh di bagian depan. Sedangkan tiang gudang di bagian tengah dan belakang pun reyot tidak kuat menahan atap gudang yang roboh. Warga lainnya, Tri Susanto mengatakan bangunan gudang roboh ke sisi kiri yang terdapat beberapa rumah warga. Dua rumah yang terkena reruntuhan menurutnya ikut terdampak. Pasalnya atap gudang yang roboh saat itu berada di atap rumah warga yang dikhawatirkan akan ikut rusak jika tidak kuat menahan beban. “Itu kena dua rumah. Bulan sebelas kemarin baru selesai dibangun gudangnya itu,” terangnya.

Warga pun akhirnya menahan bangunan gudang tersebut dengan bambu, dengan harapan reruntuhan gudang tidak semakin parah dan berdampak pada bangunan lain di sekitar lokasi kejadian. Selain gudang tersebut, Tri Susanto mengatakan tidak ada dampak lain dari angin kencang yang melanda wilayahnya. “Pohon tidak ada yang tumbang, ya cuma gudang ini,” sebutnya sembari menunjuk gudang yang tidak memiliki sekat dinding tersebut.
Menejer Pusdalops Kabupaten Bantul, Aka Lukluk menyebutkan angin kencang kemarin siang menerjang sebagian besar wilayah di Bantul. Hingga kemarin sore, pihaknya mendapatkan laporan sebanyak 56 titik pohon tumbang yang tersebar di 13 Kapanewon yang meliputi 25 Kalurahan. Kejadian paling banyak terjadi di Kapanewon Kretek, Bantul, Bambanglipuro, dan Sanden. Akibatnya 17 rumah warga terkena pohon tumbang serta 26 akses jalan dan 8 jaringan listrik terganggu. Selain itu pohon tumbang juga berdampak pada satu titik fasilitas pendidikan.
“Selain itu ada laporan juga di satu titik yang terjadi genangan air,” terangnya.
Sementara Lurah Wukirsari Kapanewon Imogiri, Susilo Hapsoro SE mengatakan, hujan deras memicu debit Sungai Celeng di Imogiri sempat naik merambah rumah warga. Tetapi barang berharga di dalam rumah langsung dievakuasi. “Memang benar tadi air dari sungai meluap tetapi barang di dalam rumah warga di Dusun Nogosari langsung dievakuasi, air juga cepat surut,” ujar Susilo.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul Drs Dwi Daryanto menambahkan, Banjir juga dilaporkan terjadi di badan jalan Parangtritis Grogol Kalurahan Parangtritis Kretek. (Riza/Roy/Usa/harianmerapi.com)











Komentar