oleh

Detik-detik Proklamasi di Dalam Goa Jlamprong

GUNUNGKIDUL – Karang Taruna Puspita Harapan Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melaksanakan upacara HUT ke-75 Republik Indonesia dengan cara yang unik dan menantang. Kegiatan mengenang detik-detik Proklamasi diselenggarakan di dalam Goa Jlamprong Dusun Mojo dengan kedalaman 25 meter.

Sekitar 40 orang, di antaranya 30 peserta perwakilan dari 19 karang taruna unit padukuhan, sejak pukul 07.00 sudah berkumpul di Basecamp Jlamprong. Setelah memakai alat susur goa, peserta menuruni goa yang dalamnya sekitar 25 meter. Mereka, termasuk aparat TNI, kepolisian, aparat pemerintah, dan tokoh pemuda serta masyarakat melakukan persiapan dan upacara bendera dimulai pukul 08.30 WIB.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Kapten CRM Sutiyono (Danramil Koramil 073 Semanu), Komandan Upacara Aipda Suhartanto (Bhabimkamtibmas Ngeposari), dan Komandan Pleton Rofiq Izuddin Munif (Wakil Ketua KT Puspita Harapan). Hadir Panemu Semanu Huntoro Purbo W SH, Kapolsek Semanu AKP Ahmad Pauzi, Lurah Desa Ngeposari Ciptadi, dan Babinsa Ngeposari Serda Heru Setyawan.

Baca Juga  Kolaborasi Sukseskan Vaksinasi Covid-19 bagi Awak Media

Upacara di dasar Goa Jlamprong, Senin (17/8/2020) tersebut diikuti, antara lain 30 peserta perwakilan dari 19 karang taruna unit padukuhan, komunitas, maupun sanggar di level desa. Sedangkan pelaksanaannya didukung Pemerintah Kecamatan Semanu, Pemerintah Desa Ngeposari, dan Banser Ngeposari.

Inspektur upacara berpesan agar semua elemen masyarakat, termasuk kaum muda, bersama-sama berjuang melawan COVID-19 dan terus memupuk semangat gotong royong. Dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan saling membantu, maka segala persoalan akan bisa terpecahkan.

Seusai upacara kemerdekaan, semua peserta melaksanakan bakti lingkungan dengan membersihkan jalur menuju Goa Jlanprong dan Embung. Bagi warga, daerah ini merupakan ekosistem yang harus dijaga kelestariannya, karena merupakan sumber kehidupan bagi warga Ngeposari dan sekitarnya.

Baca Juga  M Helmi Rakhman: Inovasi Bisnis Angkringan dari Tradisional Hingga Ala Kafe

Humas Panitia, Joko Susilo menjelaskan, kegiatan mengenang detik-detik Proklamasi mengambil tema “Dari Desa untuk Indonesia”. Dengan motor kaum muda, diharapkan para pemuda desa terus mengobarkan semangat Bhinneka Tungga Ika dan selalu berpegang pada dasar Pancasila dalam menghadapi berbagai problematika bangsa, khususnya akibat mewabahnya COVID-19.

Pimpinan upacara dalam Goa Jlamprong (Foto: Ono/Wiradesa.co)

Pada catatan sejarah, kaum muda merupakan garda depan gerakan nasional yang sangat berarti bagi perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Gerakan yang dimotori kaum muda itu, antara lain Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi 1945, dan Reformasi 1998. Saat ini bangsa dan negara Indonesia dihadapkan pada masalah merebaknya virus korona. Covid-19 meruntuhkan berbagai sendi kehidupan masyarakat, baik kesehatan, pendidikan, ekonomi, politik, sosial, dan lainnya.

Baca Juga  DPD Kongres Advokat Indonesia DIY buka Posko Pengaduan dan Pendampingan Dampak Krisis Hukum, HAM dan Demokrasi

Pandemi COVID-19, merupakan waktu yang tepat bagi kaum muda untuk berbakti pada bangsa dan negara. Kaum muda yang tergabung dalam Karang Taruna Puspita Harapan melaksanakan program tanggap dan peduli COVID-19. Kegiatannya antara lain distribusi masker dan peralatan cuci tangan, serta membagi sembako kepada masyarakat.

Pandemi mengajarkan kepada masyarakat, khususnya kaum muda, bahwa kepedulian kepada sesama, keguyuban masyarakat desa dan lingkungan alam yang lestari adalah kekuatan utama untuk melawan COVID-19. Desa dan pemuda merupakan kekuatan utama melawan pandemi dan menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Dari Desa untuk Indonesia. (Ono/Wiradesa.co)

Komentar

News Feed