YOGYAKARTA – Penularan Covid-19 terus mengalami kenaikan dan jumlah angka korban terus meningkat di seluruh dunia. Gejala utama ataupun gejala klinis yang dialami oleh seseorang yang diduga terinfeksi Covid-19 adalah demam tinggi di atas 37,5 derajat Celsius, badan terasa lemah, batuk kering, mata merah (konjungtivitis), sakit kepala, diare, iritasi, nyeri dada, sesak nafas, dan hilangnya indra penciuman. Namun yang juga harus diwaspadai adalah banyaknya yang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala klinis. Orang inilah yang akan menjadi agen pembawa virus untuk orang di sekitarnya. Utamanya yang berisiko tinggi tertular dan menjadi korban adalah mereka yang rentan seperti anak-anak, orang tua dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.
Orang tanpa gejala umumnya memang tidak muncul gejala klinis, tetapi data terbaru menunjukkan adanya gejala delirium. Gejala delirium muncul akibat gangguan syaraf seperti gelisah juga sulit membedakan malam dan siang, sulit membedakan nyata dan halusinasi, gampang emosi, mudah mengantuk, mudah lupa bahkan menarik diri dari lingkungan. Patut diwaspadai juga jika Covid-19 menyerang sampai ke otak, maka akan berakibat sama atau lebih berbahaya lagi.
“Maka agar terhindar dari virus Covid-19, bisa dilawan dengan kepatuhan semua pihak untuk taat pada protokol kesehatan. Cuci tangan memakai sabun, mengenakan masker, mengonsumsi teratur makanan sehat dan bergizi, olahraga, jaga jarak dan menghindari kerumunan adalah upaya preventif (pencegahan) terhadap penularan Covid-19,” kata Dosen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia M Ikhsan Jufri SFarm MSc dalam program Ngobrol tentang Pesantren dan Santri (NGOPI) Pusat Studi Pesantren dan Pendidikan (PUSPPA) dengan tema “Imun, Iman, Aman: Pesantren Menyongsong Vaksin Covid-19” melalui Zoom, Kamis (17/12/2020).

Di masa libur panjang ke depan, seperti Natal dan Tahun baru 2021, protokol kesehatan harus diperketat di semua area publik. Selain upaya diri dan keluarga untuk selalu patuh pada protokol kesehatan, upaya pencegahan penularan Covid-19 yang lain bisa dengan melakukan rapid test antibodi ataupun juga bisa dengan rapid test antigen untuk hasil yang lebih akurat.
Menurut M Ikhsan, ketidakpatuhan pada protokoler seperti demo omnibus law, kerumunan di masa Pilkada hingga yang viral akhir-akhir ini yaitu kerumunan di Petamburan Jakarta membuat lebih sulit upaya bersama untuk mengakhiri pandemi ini. Maka Vaksin Covid-19 yang aman dan digratiskan ke seluruh masyarakat Indonesia menjadi solusi paling nyata untuk menyelesaikan masalah akibat Covid-19 di Indonesia.
Vaksin Sinovac digunakan untuk memutus mata rantai Covid-19 di Indonesia. Penggunaan Vaksin ini memang disegerakan seiring terus meningkatnya korban dan pasien akibat virus Covid-19. “Tidak ada yang bisa menjamin kondisi tubuh seseorang dan banyak orang rentan di sekitar kita seperti orang tua, lansia, anak-anak dan orang dengan penyakit bawaan. Anak kecil organ tubuhnya belum matang, sedangkan orang tua organ tubuhnya mengalami penurunan fungsi secara alami. Ini yang menyebabkan risiko tinggi jika tertular,” papar M Ikhsan.
Memang ada alternatif lain selain vaksin untuk pencegahan ataupun penyembuhan Covid-19 yaitu dengan terapi plasma darah, tetapi banyak yang menilai plasma darah tidak efektif karena antibodi yang terbentuk di tubuh manusia kadang tidak bisa memproduksi antibodi yang banyak dan juga varian Covid-19 yang berbeda beda berdasar adaptasi iklim dan tempat (mutasi). Sehingga kebutuhan antibodi pun berbeda, ini alasan plasma darah dipandang belum efektif sampai saat ini untuk menghentikan atau sebagai obat Covid-19.
Vaksin Sinovac terbukti secara klinis aman, dikatakan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan masih menunggu uji efektivitasnya. BPOM sangat serius untuk menilai kelayakan vaksin Sinovac. “Meskipun seperti itu, masih banyak perusahaan farmasi di semua negara terus berproses untuk mengembangkan vaksin yang ideal menangkal virus Covid-19 yang bermutasi dengan berbagai varian. Tetapi minimal vaksin yang datang di Indonesia merupakan vaksin yang sudah dinyatakan aman untuk digunakan,” pungkasnya. (Sinung/serikatnews.com)











Komentar