oleh

Wanita Muda Gagal Bunuh Diri di Minimarket

 

JOGJA – Wanita muda MY (25) warga Mertoyudan, Magelang nekat menenggak racun cairan pemutih pakaian di toilet minimarket daerah Jatimulyo, Kricak, Tegalrejo, Yogyakarta, Rabu (17/3) petang. Aksi bunuh diri itu digagalkan karyawan minimarket yang langsung melapor polisi dan membawa korban ke rumah sakit.

Berkat kesigapan saksi dan polisi, nyawa MY bisa tertolong. “Hingga kini korban masih dirawat di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan,” ujar Kapolsek Tegalrejo Kompol Supardi kepada wartawan, Kamis (18/3).

Baca Juga  Tak Adakan Salat Id di Alun-alun Purbalingga

Dia mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban datang sendiri ke lokasi dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat pada Rabu petang. Korban selanjutnya duduk-duduk di depan minimarket.

“Dari keterangan saksi, setelah lama duduk di depan toko, kemudian MY masuk minimarket untuk membeli cairan pemutih pakaian,” kata Kompol Supardi.

Selanjutnya, korban menuju kasir untuk membayar belanjaannya. Sesaat kemudian korban numpang ke kamar mandi. Tanpa curiga, karyawan minimarket memperbolehkan korban untuk menumpang di kamar mandi.

Baca Juga  AKBP Era Johny Kurniawan Gantikan AKBP Fannky Ani Sugiharto Jabat Kapolres Purbalingga

“Tidak lama kemudian, karyawan minimarket ini melihat korban sudah tergeletak di depan kamar mandi dengan keadaan mulut mengeluarkan busa,” jelasnya seperti diberitakan harianmerapi.com.

Diduga saat di kamar mandi itu, korban meminum cairan pemutih pakaian yang barusan ia beli. Salah satu karyawan yang mengetahui hal itu langsung memanggil petugas parkir untuk meminta bantuan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tegalrejo.

“Setelah ada laporan, kami langsung menuju ke lokasi kejadian. Korban selanjutnya kami bawa ke Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta,” jelasnya.

Baca Juga  Update Aktivitas Merapi, 4 Kali Muntahkan Awan Panas Guguran dan 56 kali Lava Pijar

Saat di rumah sakit itu kemudian cairan di tubuh korban dikeluarkan dan dia pun terselamatkan. Korban kemudian dirawat di rumah sakit.

Kompol Supardi menambahkan, berdasarkan informasi dihimpun, korban nekat melakukan perbuatannya karena mempunyai masalah dengan keluarganya. Diduga korban cekcok dengan orangtuanya dan kabur dari rumah.
“Permasalahan itu muncul karena korban ingin bekerja, tetapi orangtua korban tidak mengizinkan,” pungkasnya. (Shn/harianmerapi.com)

 

Komentar

News Feed