Jogja.siberindo.co – Menyongsong New Normal, Pemerintah Kota Yogyakarta, menyediakan sekitar 320 sepeda bagi pengunjung Malioboro atau wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Ratusan sepeda itu diletakkan di sejumlah shelter di Jalan Suroto, Jalan Mangkubumi (Margo Utomo), dan Jalan Malioboro.
Cara pemakaian sepeda itu mudah. Pengguna tinggal download aplikasi Jogjabike. Selanjutnya akan mendapatkan kode untuk membuka kunci sepeda. Untuk perawatan sepeda, setiap pengguna membayar pelayanan Rp5.000 untuk 1 jam pertama. Kemudian jam berikutnya Rp69 per menit.
“Penyediaan layanan sepeda ini untuk membantu para wisatawan atau pengunjung Malioboro agar bisa berkeliling kota dan mengunjungi sejumlah tempat wisata di kota Yogyakarta,” ujar Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta, Minggu (19/7/2020).
Menjalani kenormalan baru, warga kota Yogyakarta kini dilanda demam sepeda. Hampir setiap hari, khususnya hari Sabtu, Minggu, dan hari libur, jalanan di kota Yogyakarta dan sekitarnya penuh pesepeda. Mereka bersepeda bersama komunitas dan juga keluarga, ayah, ibu, dan anak.
Staff IT Jogjabike, Oi Yankam Enrekanov, menjelaskan penyediaan sepeda bagi wisatawan itu dilakukan sejak Oktober 2018. Pada awalnya gratis, tetapi sekarang berbayar untuk sistem layanan dan perawatan. Sedangkan operasional layanan bisa diakses mulai pukul 06.00 sampai 21.00.
Pengguna bisa mengambil atau memakai sepeda dari shelter-shelter yang ada di tiga titik, Jalan Suroto, Mangkubumi, dan Malioboro. Untuk pengembaliannya tidak harus di shelter pengembalian, tetapi bisa di shelter terdekat dari posisi pengguna sepeda.
Program Jogjabike, layanan sepeda bagi wisatawan, sudah dimulai sejak Oktober 2018 dengan 270 sepeda. Kemudian akhir Oktober 2019 ditambah 50 sepeda. Jadi sekarang ada 320 unit sepeda. Dengan ratusan sepeda ini diharapkan para pengunjung Malioboro bisa berekreasi dan berolahraga. Terhibur dan sehat. (Ono/Wiradesa.co)











Komentar