JOGJA – Sampai kini belum ada laporan efek samping berat terhadap para penerima vaksin Covid-19 di Kota Yogyakarta. Untuk itu masyarakat diharapkan tidak khawatir maupun takut apabila pada saatnya disuntik vaksin Covid-19. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta juga terus menggiatkan sosialisasi program vaksinasi Covid-19 di masyarakat.
“Sementara ini kejadian ikutan pasca imunisasi yang dilaporkan ringan. Ada yang demam, bengkak, merah, pusing, meriang, mual serta mudah lapar dan mengantuk,” kata Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, Jumat (19/2).
Dia mengaku merasakan gejala ringan itu pasca mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua seperti mudah mengantuk. Namun efek samping ringan tersebut hanya berlangsung beberapa hari setelah disuntik vaksin Covid-19. “Kejadian ikutan pasca imunisasi terasa setelah disuntik dan ada yang beberapa jam terasa,” ujarnya seperti diberitakan harianmerapi.com.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 12 tahun 2017 tentang penyelenggaran imunisasi, ada potensi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yakni semua kejadian medik setelah imunisasi dan diduga terkait imunisasi. KIPI biasanya berdampak ringan seperti demam ringan, ruam merah, bengkak merah dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi atau divaksin. Reaksi itu normal dan akan menghilang dalam waktu 1-3 hari. Jika mengalami dugaan KIPI masyarakat diimbau melapor ke fasilitas layanan kesehatan. Pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat KIPI akan diberikan pengobatan dan perawatan selama investigasi dan pengkajian KIPI.
Menurut Emma, Dinkes Kota Yogyakarta akan meningkatkan sosialisasi terkait vaksinasi Covid-19 di masyarakat. Hal itu juga untuk menanggapi adanya sebagian masyarakat seperti pedagang kaki lima Malioboro yang takut divaksin sehingga tidak mengumpulkan data diri.
“Kami setiap hari melakukan sosialisasi program vaksinasi Covid-19 dengan mobil promkes keliling kota,” tambah Emma. Pihaknya menegaskan program vaksinasi bagian dari pencegahan dan pengendalian Covid-19 untuk membentuk kekebalan kelompok. Sejumlah tokoh profesi kesehatan dan tokoh agama serta Forum Pimpinan Komunikasi Daerah telah divaksin. Diharapkan menjadi contoh di masyarakat.
“Sudah ada panutan para tokoh yang sudah disuntik vaksin Covid-19 kondisinya aman, sehingga masyarakat tidak perlu takut apabila pada saatnya melaksanakan vaksin Covid-19,’ ucapnya. (Tri/harianmerapi.com)











Komentar