SEBAGIAN pekerja di perusahaan swasta sangat terdampak karena adanya pandemi Covid-19, apalagi belum berakhir sampai saat ini. Dampaknya antara lain, masuk kerjanya tak bisa setiap hari atau bergantian dengan karyawan lainnya, sehingga berpengaruh pula dengan gaji yang diterima.
Hal seperti ini dialami pula oleh Wardani yang tinggal di kawasan Seyegan Sleman. Namun, ia bersyukur masih bisa mendapatkan tambahan rezeki, sebab memelihara 150 ekor ayam petelur. Selain itu di bagian bawah kandang ayam dibuat kolam lele dengan daya tampung sampai sekitar 3.000 ekor lele. Rata-rata umur tiga bulan, lele sudah bisa dipanen tahap pertama. Sebagian yang belum masuk ukuran konsumsi dipanen pada tahap kedua dan ketiga.
“Kalau ayam petelurnya, setiap hari bisa menghasilkan telur. Saya biasa membeli ayam petelur yang sudah berumur 14 minggu, nanti pada umur 18 sampai 19 minggu sudah bertelur. Masa produktifnya setiap seekor ayam petelur, rata-rata dua tahun,” jelas Wardani kepada harianmerapi.com.
Suatu hal yang menggembirakan, lanjutnya, saat ada pandemi Covid-19, penjualan telur ayam maupun lele tak sulit. Apalagi diyakini termasuk asupan bergizi yang dapat mendukung kekebalan tubuh atau kesehatan secara umum. Bahkan pernah juga harga telur mengalami kenaikkan harga, misalnya harga eceran Rp 23.000 perkilo gram menjadi Rp 24.000 perkilo gram.
Selain itu kenaikkan harga telur juga biasa pada waktu-waktu kebutuhan telur ayam meningkat, misalnya pada akhir dan awal tahun. Termasuk juga mendekati Idul Fitri, sebab banyak digunakan untuk membuat kue ataupun roti. Hanya saja pada Idul Fitri 2020, karena ada pandemi Covid-19, menjadikan penjualan telur ayam tak seramai tahun sebelumnya.
“Pada suasana Idul Adha, penjualan telur juga biasa mengalami penurunan,sebab banyak warga sudah mempunyai lauk terutama dari daging sapi dan kambing,” terang Wardani.
Bapak dari dua anak ini menambahkan, mulai awal Maret 2021, istrinya membuka usaha penjualan bakmi, sebab ada salah satu tetangganya yang kehilangan pekerjaan dan masih menganggur. Artinya, sebagian panenan telur ayam digunakan untuk mencukupi warung bakmi. Diharapkan juga dari usaha ini bisa menambah rezeki keluarga maupun salah satu tetangganya yang bekerja di warung bakmi.
“Adanya kandang ayam di kolam lele juga dapat menghemat pembelian pelet untuk lele. Sebab, setiap 1.000 ekor lele sampai masa panen membutuhkan kisaran tiga setengah karung pelet, tapi dengan adanya kandang ayam dan lele bisa makan kotoran ayam, rata-rata hanya membutuhkan satu setengah karung pelet setiap 1.000 ekor lele sampai masa panen,” jelasnya. (Yan/harianmerapi.com)











Komentar