oleh

Buka Bengkel Motor di Desa, Purnomo Kerap Dimintai Tolong Memperbaiki Kendaraan di Tengah Malam

KULONPROGO – Punya sepeda motor atau mobil berusia tua, harus siap bila sewaktu-waktu kendaraan bermasalah. Mogok di jalan akibat kerusakan ringan hingga mengalami mesin mati sulit dinyalakan ulang.

Bila tiba-tiba mengalami kendala di jalan terkait kendaraan, solusinya mencari bengkel terdekat. Apesnya bila tak seketika kendaraan dapat dibetulkan alias harus menginap. Ketemu persoalan kerusakan kendaraan ngadat di tengah perjalanan, hal lumrah bagi Purnomo (40), pemilik bengkel motor rumahan di Kidulan Salamrejo Sentolo, Kulonprogo.

“Namanya halangan di jalan macam-macam. Terkait kendaraan motor atau mobil bisa jadi kerusakan ringan. Cepat bisa dibetulkan. Tapi kerap juga ketemu yang rumit. Istilahnya banyak ‘bonusnya’. Yang aus bukan hanya satu tapi beberapa onderdil butuh perbaikan karena usia kendaraan tua,” ungkap Purnomo.

Lewat jaringan relasi toko onderdil yang dia kenal, Pur, sapaannya mengaku sedikit ada kemudahan. Bila sewaktu-waktu diminta membetulkan kendaraan mogok. Langkah pertama yang dilakukan mengecek dan mengetes kondisi kendaraan untuk mengetahui penyebab kendaraan tiba-tiba ngadat. Bila kondisi memungkinkan dan onderdil bisa segera didapat, Pur dengan enteng mengerjakannya. Namun bila kondisi tak memungkinkan ia berterus-terang minta waktu untuk menyelesaikan.

“Kondisi berbeda-beda. Ada yang mogok tapi lokasi jauh dari bengkel saya, waktu tengah malam atau dini hari. Bila memungkinkan didorong pakai kaki ya demi niat menolong saya lakukan. Tapi bila pas repot bisa diambil pakai roda empat. Bila roda empat yang mogok bisa digarap di tempat mogok. Kalau tidak bisa ya ditarik ke bengkel,” ujar lelaki berperawakan kurus itu.

Pur menceritakan, sekali waktu dia dikabari tengah malam ada yang minta pertolongan motor mogok atau mobil mogok. Menghadapi hal itu, baginya sisi kemanusiaan banyak menjadi pertimbangan tak semata urusan ekonomi. Pasalnya ketika mengalami kendala tak mujur pada malam hari, umumnya bengkel tak ada lagi yang buka.

Baca Juga:  Menghidupi Keluarga 1 Istri 3 Anak dengan Odong-odong

“Permasalahan bervariasi ada yang kena di steering belt, dinamo, kelistrikan, aki, kampas kopling, ban dan lainnya,” ujar Pur yang mengaku belajar otodidak mengenai perbengkelan. Di rumahnya, halaman depan sengaja dia jadikan bengkel tempat sehari-hari motor atau mobil rusak dibereskan. Jam bukanya tak seperti kebanyakan bengkel pada umumnya. Karena tinggal di desa, tak jarang ada saja yang datang meski malam telah larut. Bahkan hingga tengah malam ketuk pintu, minta servis ganti oli. Karena malam hari baru sempat mengantarkan motor ke bengkel.

“Asal waktu sela, badan sehat, kerusakan ringan, atau cuma ganti oli, okelah langsung dikerjakan. Atau diambil paginya,” katanya. Menurutnya waktu malam juga kerap dipakai melembur mengerjakan motor tua yang minta dibangun ulang setelah mati mesin sekian lama. (Sukron/wiradesa.co)

Komentar

News Feed