oleh

Karantina Wilayah Sulit Diterapkan Meski Corona Melonjak Terus

 

Huda Tri Yudiana mengingatkan kasus corona di Yogya makin masif (Foto: Wulan Yanuarwati).

JOGJA (SIBERINDO) – Terpaparnya Bupati Sleman, Sri Purnomo menjadi peringatan bahwa kondisi Covid-19 di Yogyakarta kian massif. Padahal Sri Purnomo telah menerapkan protokol kesehatan ketat dan bahkan sempat divaksinasi Covid-19. Di sisi lain, penambahan pasien corona di Yogya masih sangat tinggi.

“Ini menjadi perhatian kita semua, warga DIY. Sekarang Covid-19 itu nyata dan ada di mana-mana. Buktinya Bupati Sri Purnomo saja kena, padahal sudah melaksanakan protokol kesehatan (prokes) ketat,” ujar wakil DPRD DIY Huda Tri Yudiana.

Menurut Huda, perlu ada langkah serius mengendalikan kasus corona di Yogya. Meski demikian, dia menolak usulan karantina wilayah karena dinilai akan mempersulit ruang gerak. Ditambah tidak ada anggaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat apabila diberlakukan karantina.

Baca Juga  Vaksinasi Digelar di GSP UGM Dalam Rangka Hari Perhubungan Nasional

“Saya tidak sependapat pemberlakukan karantina wilayah, realistis saja, kita tidak memiliki anggaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat itu diberlakukan,” jelasnya.

Huda menyebut selama enam bulan pertama masa pandemi saja, Pemda DIY telah menyiapkan anggaran dari skema Bantuan Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 600 miliar, namun untuk tiga bulan pertama memenuhi jatah hidup (Jadup) sebanyak 150 ribuan warga anggaran sudah terserap sebesar Rp 400 miliar.

Sedangkan 2021, anggaran BTT untuk penanganan bencana di angka Rp 66 miliar. Menurutnya harus ditambah, mengingat saat ditetapkan BTT 2021, jumlah kasus harian Covid-19 masih di bawah 50 pasien. Namun beberapa hari ini, sudah menembus lebih 450 pasien per hari.

Baca Juga  Endang Semiarti Dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Biologi UGM

Sementara itu, Pemda DIY kembali mengumumkan lonjakan kasus positif Covid-19, Jumat (22/1) sebanyak 478 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 18.736 kasus.

Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman mendominasi kasus dengan jumlah masing-masing 119 kasus positif, disusul Kabupaten Bantul sebanyak 97 kasus, Kabupaten Gunungkidul sebanyak 77 kasus dan 66 kasus lainnya dari Kabupaten Kulonprogo.

“Rincian kasus terdiri dari 103 kasus periksa mandiri, 299 kasus hasil tracing kasus sebelumnya, 4 kasus hasil screening karyawan kesehatan, 1 kasus pelaku perjalanan, dan 71 kasus belum ada info,” jelas Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih.

Baca Juga  Desa Pekiringan Sentra Batik di Purbalingga

Sementara, penambahan kasus sembuh sebanyak 374 kasus, sehingga total sembuh menjadi 12.427 kasus terdiri dari 100 warga Kota Yogyakarta, 49 warga Bantul, 2 warga Kulonprogo, 3 warga Gunungkidul, dan 220 warga Sleman.

Adapun 5 kasus meninggal sehingga total kasus meninggal menjadi 422 kasus. Rincian kasus meninggal terdiri dari kasus 13.163, Laki-laki usia 65 tahun warga Sleman, kasus 16.979 perempuan usia 65 tahun warga Bantul, kasus 17.102 laki-laki usia 52 tahun warga Kota Yogyakarta, kasus 17.870 perempuan usia 58 tahun warga Bantul, dan kasus 18.586 perempuan usia 73 tahun Bantul. (harianmerapi.com)

 

Komentar

News Feed