YOGYA – Sampai dengan pertengahan Februari 2021 wilayah DIY masih masuk dalam kategori musim hujan. Bahkan Februari merupakan periode puncak musim hujan di wilayah DIY seperti yang telah diprediksikan sejak September 2020 lalu. Hal itu diperkuat dengan data-data observasi yang ada dimana sampai dengan dasarian 2 Februari umumnya curah hujan di DIY berkisar 100 mm sampai150mm per dasarian (sepuluh hari). Sedangkan untuk curah hujan bulanannya 300 mm sampai 400 mm/bulan.
“Saat puncak musim hujan seperti sekarang potensi cuaca ekstrem cenderung meningkat. Apalagi jika dilihat dari faktor pengendali iklim di Indonesia, saat ini yang sedang aktif berpengaruh adalah Monsoon Asia. Kondisi itu mengakibatkan adanya daerah belokan angin dan konvergensi masih berpotensi terjadi di DIY dan menyebabkan terjadinya pertumbuhan awan-awan hujan,” kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sleman Etik Setyaningrum MSi di Yogyakarta, Senin (22/2/2021) malam.
Etik mengatakan, fenomena La Nina saat ini juga masih aktif dimana hal itu membawa pengaruh signifikan terhadap peningkatan hujan harian di wilayah Indonesia khususnya DIY. Dimana anomali suhu muka laut hangat bertambah1 sampai 3 derajat Celcius yang mengindikasikan adanya potensi penguapan (penambahan massa uap air) di Perairan Samudra Hindia selatan Banten – DIY. Selain itu dari hasil pengamatan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil ikut berkontribusi mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah DIY. Sehingga berpotensi memicu terjadinya hujan dengan kategori lebat hingga sangat lebat masih akan terjadi beberapa hari kedepan.
Sumber : krjogja.com










Komentar