oleh

Pengungsi di Barak Glagaharjo Boleh Pulang

Sleman (SIBERINDO) – Surat edaran Bupati Sleman terkait pemulangan warga di Barak pengungsian Glagaharjo Cangkringan, langsung ditindaklanjuti pemerintah Kapanewon. Menurut rencana, warga Kalitengah Lor akan dipulangkan Selasa (26/1) besok pagi.

Meski saat ini aktivitas Merapi masih cukup tinggi berupa Erupsi efusif dan potensi bahaya, namun ancamannya berubah ke arah selatan-barat daya yaitu ke hulu Sungai Boyong, Sungai Bedog, Sungai Krasak, Sungai Bebeng dan Sungai Putih paling jauh 5 km. Untuk itu warga di selain wilayah itu diperbolehkan pulang dari pengungsian.

Panewu Cangkringan Suparmono mengatakan, adanya surat edaran Bupati tentang pemulangan warga sudah mendapatkan kesepakatan antara Kalurahan dan warga di pengungsian. Dari hasil koordinasi, disepakati bahwa pemulangan warga Kalitengah Lor dilakukan pada 26 Januari besok. “Pemulangan akan dilakukan oleh Unit Laks Kalurahan Glagaharjo dan dibantu oleh relawan lokal. Yakni Komunitas Siaga Merapi dengan memaksimalkan penerapan protokol kesehatan,” kata Suparmono saat dikonfirmasi, Minggu (24/1).

Baca Juga  Gunung Merapi Keluarkan Asap Sulfatara Berintensitas Tebal Dengan Tinggi 400 M Pagi Ini

Dalam rangka pemulangan pengungsi, akan ada pendampingan dari Muspika setempat. Menurut Suparmono, sampai saat ini masih ada 173 warga dari Kalitengah Lor yang mengungsi di Barak Banjarsari. Jika nantinya masih ada masyarakat yang khawatir dan tidak ingin pulang ke rumah karena kondisi Merapi, Barak Banjarsari masih bisa digunakan. “Akan tetap kami fasilitasi di pengungsian. Meskipun pengungsi sudah pulang, posko di Glagaharjo tetap akan beroperasi,” imbuh Suparmono.

Baca Juga  Pesan Muzani untuk Nasir-Wardan: Tugas Pemimpin Itu Menjadikan Dompet Rakyat Semakin Tebal

Disinggung soal keberadaan hewan ternak, Suparmono menegaskan, saat ini hewan ternak yang berada di kandang darurat dan Singlar. Rencananya hewan ternak akan dipulangkan sesuai dengan kesepakatan warga. “Beberapa ternak sudah ada yang ditetapkan untuk dipulangkan minggu ini. Sesuai dengan perhitungan baik bagi masyarakat,” imbuh Suparmono.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Harda Kisyawa menambahkan, meski masyarakat dan ternak sudah boleh kembali ke Kalitengah Lor mulai Selasa (26/1), namun masyarakat dan ternak bisa diungsikan kembali. Kebijakan ini disesuaikan dengan kondisi Merapi jika nantinya kembali meningkat serta jika adanya rekomendasi dari BPPTKG. “Bila terjadi kondisi krisis Merapi setiap saat, dapat diungsikan kembali,” tutur Harda.

Baca Juga  Desa Jatimulyo Selenggarakan Rapat Koordinasi Pengembangan Desa Anti Politik Uang

Harda mengungkapkan, ada beberapa wisata yang diperbolehkan untuk buka secara terbatas. Kecuali kawasan wisata Klangon, Bunker Kaliadem, Kinahrejo dan Wisata Religi Turgo. Selain itu untuk kegiatan penambangan, hingga saat ini juga masih tidak diperbolehkan untuk beroperasi. “Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III untuk dihentikan,” papar Harda. (Tiw/harianmerapi.com)

 

Komentar

News Feed