oleh

KTD Bonjowi 4 Dasa, Produksi Kerupuk Lele Secara Mandiri

KOTA YOGYAKARTA – Padatnya rumah di perkampungan tengah kota, tak lantas membuat warganya abai dengan tanaman. Saat ditemui pada Rabu, 24 Maret 2021, pelataran rumah yang dijadikan kebun Kelompok Tani Dewasa (KTD) Bonjowi 4 Dasa, RT 40, Bausasran, Danurajen, Kota Yogyakarta, dipenuhi beragam tanaman. Warga menerapkan konsep urban farming.

Tak sebatas itu, mereka juga membuat olahan pangan. Endang Wahyu Widayati, Ketua KTD Bonjowi 4 Dasa mengungkapkan, kerupuk lele jadi produk unggulan di antara produk olahan lainnya.

Ikan lele yang digunakan, lanjut Endang, mereka mengutamakan yang berukuran besar. Lele tersebut bisa didapatkan dari budidaya mereka sendiri, bisa juga dengan membeli dari kelompok tani lain. Proses pembuatan, perut lele dibersihkan terlebih dahulu, kemudian antara daging, tulang, kulit dan kepala dipisahkan.

Baca Juga  Jembatan Girisubo Runtuh, Kegiatan Nelayan Tersendat

Produk kerupuk lele mereka ada dua varian. Terdiri dari daging lelenya saja, serta campuran dari tulang, kulit, serta kepala lele. Untuk yang daging, cukup dihaluskan, sedangkan untuk yang tulang, kulit dan kepala, harus dipresto.

Setelah itu, membuat adonan dari tepung terigu, tapioka, telur, bumbu yang sudah diracik, dan garam. Ikan lele yang sudah dipisahkan menjadi dua varian, dicampur dengan adonan dan dibuat lonjong seperti bentuk lontong, lalu direbus. “Proses perebusan ini, kunci kesuksesan adonan,” terang Endang.

Baca Juga  Ekspedisi Geopark Kaldera Toba HPN 2023 SMSI, Kapolda Sumut Panca Simanjuntak: Mantap!

Supaya bisa dipotong tipis-tipis, usai direbus, adonan harus didiamkan selama sehari. Yang terakhir, dijemur di bawah terik matahari. Setelah kering, kerupuk siap dipasarkan dalam bentuk mentahan siap goreng. “Penjemurannya, kalau cuaca panas, ¾ hari bisa kering,” terangnya.

Produk kerupuk lele ini, kata Endang, bagus untuk balita dan anak, sebab dibuat dari bahan alami tanpa perasa maupun pengawet buatan.

Proses pemasaran kerupuk lele dilakukan secara offline dan online. Melalui online, mereka memanfaatkan media sosial seperti Instagram, WhatsApp, maupun Facebook. Sedangkan untuk offline, mereka lebih sering dari mulut ke mulut.

Ungkap Endang, produk kerupuk lele mereka sudah ada sedari 4 tahun yang lalu. Namun, baru mulai terkenal di bulan-bulan ini. “Booming-nya  ya baru-baru ini. Kerupuk lele kami juga sudah sampai Jakarta dan Bandung,” ucapnya.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 4,7 Terjadi Di Kabupaten Gunung Kidul

Selain itu, karena masih promo, kerupuk lele produksi KTD Bonjowi 4 Dasa ini bisa didapatkan seharga Rp15.000 ukuran ¼ kg, dan Rp60.000/ 1 kg. Sedangkan untuk harga normal, Rp70.000/ 1 kg.

“Karena pesanan mulai banyak, kami sampai kewalahan. Yang dulu sekali produksi cukup 1 kg ikan lele, sekarang sekali produksi bisa sampai 5-6 kg ikan lele, setiap tiga hari sekali,” papar Endang. (Septia Annur Rizkia/wiradesa.co)

Komentar

News Feed