oleh

Pensiunan Guru Tewas di Penginapan Kaliurang

 

SLEMAN – Seorang Pensiunan Guru Sekolah Dasar (SD) bernama SPR (69) warga Boyong, Hargobinangun, Pakem, Sleman ditemukan meninggal di salah satu penginapan Kaliurang, Sleman, Rabu (24/2) petang. Polisi menemukan luka lebam di tubuh korban, namun kuat dugaan bukan disebabkan karena penganiayaan.

Kapolsek Pakem Kompol Chandra Tulus Widiantoro kepada wartawan, Kamis (25/2) mengungkapkan hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab korban tewas. Dia mengungkapkan pada saat ditemukan, di tubuh korban ditemukan luka lebam. Meskipun begitu, luka tersebut tidak diakibatkan karena benda tumpul atau kekerasan lainnya.

Baca Juga  Pikup Angkut 78 Ekor Anjing Diamankan Polisi

“Diduga luka tersebut diakibatkan karena korban meninggal sudah 6 sampai 8 jam sebelum ditemukan. Jadi timbul lebam atau warna kebiruan,” beber Kompol Chandra seperti diberitakan harianmerapi.com.

Berdasarkan informasi dari Siti Ariyanti (29) salah satu penjaga penginapan, korban datang ke lokasi sekitar pukul 12.00 WIB pada Rabu siang. Korban datang bersama seorang perempuan yang diduga pasangannya dan langsung masuk ke dalam kamar.

Baca Juga  Wanita Muda Tewas Misterius

Setelah bertemu, tidak lama kemudian perempuan tersebut keluar dari dalam kamar penginapan korban. Saat keluar, perempuan yang merupakan istri sirinya itu terlihat tergesa-gesa meninggalkan penginapan.

“Perempuan itu datang setelah 20 menit korban berada di dalam kamar. Kemudian pergi dengan tergesa-gesa,” katanya.

Merasa curiga, Siti Ariyanti kemudian memeriksa kamar yang digunakan korban dan teman perempuan tersebut. Setelah dicek, ternyata korban sudah tewas di dalam kamar penginapan.

Baca Juga  Penipu Catut Nama Kaurbionopsnal Bantul

Mengetahui hal tersebut, saksi langsung melaporkan ke Polsek Pakem. Petugas piket yang mendapatkan informasi itu, selanjutnya mendatangi lokasi kejadian untuk selanjutnya memeriksa korban.

“Dari hasil pemeriksaan di lokasi, diduga korban meninggal karena sakit jantung yang dideritanya. Korban punya sakit jantung sejak 2007,” pungkasnya. (Shn/harianmerapi.com)

Komentar

News Feed