Oleh: Dr Dwi Budiningsari MKes
Kita saat ini kita tengah menghadapi wabah penyakit yang belum ditemukan obat maupun vaksinnya yaitu Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Penyakit ini sangat terkait dengan kekebalan tubuh sehingga kita perlu menjaga agar tubuh kita dapat memberikan perlawanan terhadap ancaman infeksi virus atau kuman penyakit lainnya dengan menggunakan potensi sel-sel imun tubuh kita sendiri.
Berpuasa akan menimbulkan “energy conservation mode” di dalam tubuh akibat tidak adanya asupan makanan. Puasa memaksa tubuh menggunakan simpanan gula, lemak, dan keton. Dalam upaya menghemat energi, maka tubuh banyak mendaur ulang sel imun yang sudah tua dan rusak, termasuk sel darah putih, yang akan digantikan dengan sel-sel darah putih baru yang lebih cepat dan lebih efisien dalam melawan infeksi bakteri, virus, maupun penyakit lainnya. Kondisi dengan sistem kekebalan yang telah diregenerasi ini akan semakin memperkuat tubuh dalam menangkal berbagai infeksi bakteri maupun virus dan penyakit lainnya.
Terdapat tiga fungsi asupan gizi yang digunakan oleh tubuh kita. Fungsi yang pertama adalah sebagai sumber energi sebagai prioritas utama yang digunakan oleh tubuh. Kedua, fungsi regulasi yaitu mengatur agar tubuh sehat dan bugar, termasuk fungsi kekebalan tubuh. Ketiga, fungsi pertumbuhan yang merupakan prioritas terakhir yang akan berlangsung apabila fungsi pertama dan kedua telah terpenuhi.
Orang yang mengalami gizi kurang, akan sangat rentan terhadap infeksi Covid-19. Orang yang bergizi baik, di mana kebutuhan energinya telah tercukupi, berpotensi besar memiliki kemampuan untuk memusnahkan virus Covid-19. Kekebalan tubuh sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas asupan gizi. Kalori yang kita dapatkan dari makanan dapat memberikan “bahan bakar” untuk sel imun dalam tubuh. Selanjutnya, protein dalam makanan juga dapat membantu meningkatkan imunitas dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.
Kita disarankan untuk dapat mengonsumsi makanan sesuai pedoman gizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Zat gizi mikro (seperti vitamin A, C, D, E, mineral besi, dan zink) juga berperan dalam meningkatkan fungsi imun. Sumber bahan makanan yang banyak mengandung zink yaitu kacang-kacangan, ayam, yoghurt, buncis, labu kuning, jamur, sereal, daging, sementara yang banyak mengandung zat besi di antaranya adalah daging berwarna merah dan sayuran berdaun hijau.
Antioksidan juga penting karena dapat menangkal radikal bebas yang membahayakan tubuh dan membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Antioksidan dapat diperoleh dari apel, jeruk, ubi jalar, asparagus, bawang merah, bawang putih, brokoli, pepaya, dan wortel.
Kita juga perlu menjaga dan mempertahankan kondisi kesehatan bakteria dalam saluran pencernaan (gut microbiota) karena dapat meningkatkan fungsi imun tubuh. Hal inidapat diperoleh dari konsumsi makanan seimbang termasuk konsumsi makanan sumber prebiotik dan probiotik, seperti yogurt dan tempe.
Selain itu juga penting untuk menjaga status hidrasi tubuh dengan mengonsumsi cukup air minimal 8 gelas sehari. Kekurangan air akan menyebabkan dehidrasi dan menurunkan fungsi mulut sebagai “first-line immunological barrier”. Hal ini menyebabkan kerentanan terhadap bakteri dan virus. Selain itu, dehidrasi juga berefek pada meningkatkan hormon kortisol yang berhubungan dengan penurunan fungsi imun (immunosuppression).
Kita juga perlu membatasi konsumsi gula jangan lebih dari 50 gram sehari atau setara dengan 4 sendok makan karena bisa memengaruhi sel imun untuk memerangi penyakit. Hal ini karena gula darah yang meningkat menyebabkan insulin juga meningkat sehingga terjadi inflamasi yang menyebabkan sistem imun dipaksa bekerja lebih keras. Selain itu hindari konsumsi makanan dengan kandungan lemak trans tinggi dan kurangi makanan atau minuman yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti makanan atau minuman yang terlalu manis.
Tidak lupa juga penting untuk memperhatikan istirahat yang cukup yaitu setidaknya 8 jam sehari. Menjadwalkan tidur secara teratur penting dilakukan sebab jadwal tidur selama berpuasa berubah drastis. Hindari juga stres karena bisa menurunkan imunitas. Juga penting untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat (sering mencuci tangan, olahraga, menjaga jarak dengan siapa saja, menghindari kerumunan, memakai masker, tetap berada di rumah), serta tidak menyentuh mulut, hidung, dan mata jika belum mencuci tangan dengan benar. Semoga penerapan hidup sehat dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
*) Ketua Program Studi S1 Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM dan Ketua DPD Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Provinsi DI Yogyakarta







Komentar