oleh

Komunitas di Malioboro Mulai Divaksin 1 Maret

 

JOGJA -Seluruh komunitas yang berada di Kawasan Malioboro Yogya rencananya divaksin corona mulai 1 Maret 2021 awal pekan depan. Namun ternyata, belum semua komunitas terdata sebagai penerima vaksin. Hal ini diketakui Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana saat melakukan inspeksi di kawasan Malioboro, Jumat (26/2).

Meski begitu, Huda menuturkan secara keseluruhan rencana vaksinasi massal bagi komunitas di Malioboro disambut baik oleh mereka.
“Dari yang saya temui, baik komunitas pedagang, penarik becak, maupun pengunjung mayoritas mendukung program vaksinasi. Pasalnya keberadaan vaksinasi akan membuat rasa nyaman dan aman,” ungkapnya kemarin usai berkeliling Malioboro.

Baca Juga  19.897 Warga Malioboro Bakal Dapat Vaksin Covid-19

Huda meminta agar Dinas Kesehatan segera melakukan pendataan dan pengecekan ulang penerima vaksin sebab masih ditemukan komunitas yang belum terdata, yakni komunitas becak motor (Bentor).
Dia juga meminta agar dilakukan sosialisasi massal ihwal vaksin agar warga tidak perlu merasa takut apalagi tidak yakin. Dia berharap jangan sampai ada warga komunitas Malioboro yang tertinggal.

“Pemda harus fokus dalam merealisasikan program vaksin massal yang digagas pemerintah pusat. Pasalnya Malioboro sudah ditetapkan sebagai percontohan vaksin massal pertama se-nasional di kawasan ekonomi. Jangan sampai ada yang kelewatan,” jelasnya seperti diberitakan harianmerapi.com.

Baca Juga  PKL Malioboro Klaster Baru COVID-19: Pemda Jalankan Tujuh Langkah Strategis

Sementara itu, salah satu anggota komunitas bentor ‘Resmi Manunggal’, Joko Suparjo mengakui dirinya bersama dengan 20-an temannya belum didata dan mendapatkan sosialisasi mengenai rencana vaksinasi massal di Malioboro.
“Kemarin sempat melihat petugas mendata di kalangan pedagang seberang, namun mereka tidak mendatangi kami sampai hari ini,” jelasnya.

Meski berharap bisa mendapatkan vaksin massal, dia merasa masih memiliki keraguan mengenai vaksin yang diberikan ini. Untuk itu, dia ingin agar pemerintah bisa memberikan jaminan.
“Jika ada jaminan dari pemerintah langsung yang menyatakan vaksin ini aman, kami sepenuhnya mendukung karena kami ingin Malioboro bebas Corona dan ekonomi kembali lagi,” imbuhnya.

Baca Juga  Puluhan Personel Keamanan Menjaga Ketat Kantor DPRD DIY hingga Malam Hari

Rini Hastuti, salah satu pedagang baju di Malioboro mengaku namanya sudah terdata sebagai penerima vaksin. Dia berharap usai vaksinasi, Malioboro menjadi lebih kondusif.
“Biar semakin ramai, dengan vaksin bareng-bareng maka terbangun rasa aman bersama dan hilangnya rasa ketakutan serta kekhawatiran,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin saat bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyatakan sebanyak 20 ribu pedagang maupun pelaku ekonomi di Malioboro akan mendapatkan vaksin tahap kedua pada 1 Maret. Pelaksanaan vaksin rencananya dilaksanakan di pasar Beringharjo. (Ullin/harianmerapi.com)

 

 

Komentar

News Feed