Muhamat
Mahasiswa S3 Biologi UGM
PUASA secara etimologi adalah meniadakan makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja. Puasa tidak hanya dilakukan manusia sesuai dengan perintah agama. Namun juga dilakukan hewan dan tumbuhan. Peristiwa “puasa” banyak ditemui di dunia hewan dan tumbuhan. Tujuan mereka melakukan “puasa” secara umum untuk melakukan pertumbuhan, perkembangan, bereproduksi dan mempertahankan diri.
Ayam harus melakukan puasa selama 21 hari untuk mengerami telur. Selama waktu itu mengurangi aktivitas makan. Tumbuhan jati menggugurkan daun pada waktu-waktu tertentu untuk penghematan air dan proses pembentukan daun baru yang serentak. Ikan lele dan betook melakukan hibenasi selama musim kering.
Puasa pada hewan yang mungkin mirip apa yang dilakukan manusia. Contoh hewan yang melakukan puasa di dalam salah satu fase kehidupannya adalah beberapa jenis serangga yang bermetamorphosis sempurna. Di sini saya akan mengambil contoh dari kehidupan serangga lalat, kupu-kupu, nyamuk dan lebah madu dan dipandang untung rugi dari perspektif manusia.
Tahapan kehidupan serangga bermetamorphosis sempurna dimulai dari telur yang menetas menjadi larva, larva tumbuh berkembang melalui beberapa pergantian kulit yang disebut instar akan menjadi pupa, pupa akan menjadi individu dewasa. Larva mempunyai sifat rakus makan. Hal ini dikarenakan sekresi hormone juvenile berlebihan yang menyebabkan larva selalu lapar dan ingin makan terus. Larva juga aktif bergerak untuk mencari sumber makanannya.
Penurunan sekresi hormone juvenile pada larva menyebabkan larva memasuki fase pupa. Fase pupa sering disebut fase tidak makan dan umumnya pasif melakukan pergerakan. Larva sebelum menjadi pupa akan mencari lokasi yang tersembunyi. Setelah larva menjadi pupa, dalam fase ini organisme tidak melakukan makan dan pasif bergerak atau bisa dikatakan melakukan “puasa” agar bisa berkembang menjadi individu dewasa.
Pupa menjadi individu dewasa membutuhkan waktu beberapa hari. Kecepatan tahapan pertumbuhan dan perkembangan pradewasa dari serangga umumnya tergantung dari besar kecilnya ukuran tubuh individu tersebut dan sumber makanan. Serangga kecil akan lebih cepat menjadi serangga dewasa dibandingkan serangga besar. Lalat rumah membutuhkan waktu ±10 hari, sedangkan lalat hijau yang ukurannya lebih besar membutuhkan waktu ±14 hari.
Lalat, kita semua tahu bahwa lalat serangga yang paling dekat dengan kehidupan manusia. Pasti kita sebut bahwa lalat adalah hewan yang jorok.
Lalat dewasa bertelur di material sampah organik. Aroma yang ditimbulkan dari proses fermentasi bahan organik dari sampah menjadi atraktan bagi lalat betina yang siap bertelur menemukan lokasi perindukkan yang tepat untuk bertelur. Setelah beberapa jam, telur menetas menjadi larva yang disebut maggot/belatung. Maggot memakan material organik yang terfermentasi hingga larva instar tua. Larva instar tua yang tidak makan lagi akan mencari tempat tersembunyi untuk berubah menjadi pupa.
Maggot tidak punya alat gerak seperti kaki, hanya mengandalkan pergerakan otot-otot tubuh. Usaha maggot tua untuk mencari tempat puasa yang bersih tidak dapat dilakukan karena keterbatasan pergerakan. Fase pradewasa yang dimulai dari telur sampai pupa berada di lokasi bahan organik terfermentasi menyebabkan lalat dewasa juga mengambil habitat di lokasi tersebut. Dengan tidak sengaja tubuhnya juga mengandung mikroorganisme.
Perspektif kita tentang kehidupan lalat dalam hubungannya dengan puasa. Maggot/belatung lalat hidup di tempat yang kotor, makan makanan yang kotor dan menjijikkan dan tidak mempunyai alat gerak yang sempurna, pupa yang merupakan ‘fase puasa’ tetap dilakukan di tempat tersebut. Akhirnya, lalat yang dilahirkan dari pupa lebih menyukai tempat-tempat kotor dan secara tidak sengaja membawa beberapa mikroorganisme. Hal ini secara tidak langsung merugikan manusia, karena menjadi vector berbagai penyakit.
Seseorang yang melakukan puasa tetapi tidak meninggalkan kebiasaan lamanya maka puasanya tidak akan bermakna, akan selalu menyukai dan mengulangi perbuatan-perbuatan kotor yang dilakukan puasa.
Nyamuk, semua orang pasti pernah merasakan gigitan nyamuk. Semua bilang sakit bila digigit nyamuk dan merasa terganggu tidurnya baik karena gigitannya maupun suaranya.
Fase kehidupan nyamuk tidak berbeda dengan lalat, kupu-kupu. Nyamuk lebih suka bertelur di perairan yang tercemar bahan organik. Telur nyamuk yang menetas menjadi larva yang sering kita sebut jentik yang hidup di air. Seperti maggot/belatung, jentik juga memakan bahan organik. Setelah melalui 4 kali pergantian kulit/instar, jentik akan menjadi pupa.
Pupa nyamuk berbeda dengan pupa lalat maupun kupu-kupu. Pupa nyamuk secara fisik berbeda bentuk dengan jentik tetapi masih punya alat gerak sehingga pupa nyamuk lebih aktif bergerak dibandingkan dengan pupa lalat maupun kupu-kupu. Hanya kurang dari 2 hari pupa sudah menjadi nyamuk. Dalam proses pemasakan telur, nyamuk betina membutuhkan protein yang ada di darah baik darah manusia maupun hewan. Oleh karena itu nyamuk betina akan selalu menggigit dan menghisap setiap aktivitas sebelum bertelur.
Perspektif kita tentang kehidupan nyamuk dalam hubungannya dengan puasa. Jentik nyamuk hidup di tempat yang belum tentu terjaga kebersihannya. Pupa yang merupakan “fase berpuasanya” bergerak ke sana ke sini. Setelah menjadi individu dewasa, banyak merugikan organisme lain dengan cara mengganggu manusia dan hewan dengan cara menggigit.
Seseorang yang mengambil model puasanya nyamuk adalah seseorang yang dalam hidupnya mengonsumsi barang-barang yang tidak diketahui asal usulnya. Ketika tiba berpuasa, melakukan puasa tetapi banyak melakukan aktivitas yang tidak perlu, tidak ada tuntunannya atau malah bertolak belakang dari amalan-amalan puasa maka hasil setelah puasa adalah menjadi individu yang tidak bermanfaat tetapi malah mengganggu orang lain.
Kupu-kupu, semua orang mengakui keindahan sayap kupu-kupu. Kupu-kupu betina biasanya bertelur di bagian bawah daun-daun muda. Telur menetas beberapa hari menjadi larva yang kita disebut ulat. Ulat ini mempunyai sifat rakus makan seperti maggot/belatung lalat. Ulat makan semua bagian daun sampai menjadi larva instar tua yang tidak makan lagi. Ulat instar tua akan berjalan mencari tempat tersembunyi untuk menjadi pupa/kepompong.
Karena mempunyai kaki semu maka ulat akan mencari lokasi yang agak jauh dari lokasi sumber makanan selain itu ulat juga mempunyai kelenjar sutera maka untuk menyempurnakan “puasanya” maka dibungkusnya tubuhnya dengan benang sutera sampai tubuh tertutup semuanya untuk membentuk pupa/kepompong.
Kepompong akan menjadi kupu-kupu. Kupu-kupu dalam mencari makanan akan menggunakan mulutnya yang berbentuk belalai menghisap nectar yang ada di bunga dan secara tidak sengaja gerakan kaki-kaki di atas benang sari bunga menggoyangkan benang sari untuk jatuh ke kepala putik dan terjadilah penyerbukan. Bunga sangat terbantu dalam proses ini. Bunga dapat melanjutkan proses reproduksi ke tahap berikutnya untuk menghasilkan keturunan.
Perspektif kita tentang kehidupan kupu-kupu dalam hubungannya dengan puasa. Ulat yang tadinya merugikan kita dengan memakan daun-daun dari tanaman yang kita tanam, kemudian ulat berubah menjadi pupa dengan memindahkan dirinya ke tempat sunyi baik dengan cara berjalan maupun membungkus diri dengan benang sutera dan dewasanya membantu kita dengan perannya sebagai serangga penyerbuk.
Seseorang yang mengambil model puasanya kupu-kupu adalah seseorang yang sebelum puasa banyak melakukan perbuatan yang merugikan, mendekati puasa teringat akan kesalahannya dan bertobat meninggalkan perbuatan tersebut. Ketika tiba berpuasa, melakukan puasa sebaik-baiknya dengan cara melakukan perbuatan-perbuatan yang disunahkan maka setelah puasa adalah menjadi individu yang bermanfaat bagi orang lain.
Lebah madu, semua orang pasti tahu manfaat dari madu. Lebah madu tidak hanya menghasilkan madu tetapi juga polen, royal jelly, dan propolis. Juga membantu tanaman berbunga sebagai serangga penyerbuk. Seperti tahapan kehidupan pradewasa dari lalat, nyamuk, dan kupu-kupu, fase perkembangan lebah madu juga dimulai dari lebah ratu yang bertelur, telur menetas menjadi larva dan kemudian menjadi pupa.
Namun demikian yang membedakan dari lalat, nyamuk, dan kupu-kupu adalah fase pradewasa lebah madu dilakukan di tempat yang khusus, bersih, dan terawat. Ratu lebah bertelur di tempat berbentuk lubang-lubang (sel-sel). Sel-sel ini membentuk sisiran yang tersusun lembaran yang terdiri 2 sel yang saling bertolak belakang. Ukuran sel-sel telur pun berbeda dengan sel-sel untuk menyimpan makanan (madu dan polen). Setelah telur menetas larva diberi makanan khusus yang disebut ‘roti’ yang dibuat oleh lebah pengasuh yang terdiri campuran antara madu dan polen. Roti untuk larva betina, larva jantan, dan ratu berbeda kandungannya.
Tahapan larva selalu diberi makan yang cukup. Kebersihan kandang selalu dijaga oleh lebah pembersih. Begitu juga dengan keamanan kandang yang selalu dijaga oleh lebah penjaga. Larva tumbuh secara normal dan menjadi pupa. larva yang akan menjadi pupa akan ditutup sel-selnya oleh lebah pekerja agar proses menjadi pupa tidak terganggu. Lebah madu yang terdiri beribu ribu individu secara umum dibedakan menjadi 3 yaitu (1) lebah ratu dalam satu sarang hanya 1 ekor; (2) lebah jantan jumlahnya tidak banyak, kerjanya hanya mengawini ratu; dan (3) lebah pekerja yang jumlahnya paling banyak.
Kelompok lebah pekerja terdapat pembagian tugas, yaitu (1) lebah pencari sumber makanan; (2) lebah pengumpul; (3) lebah perawat dan pembersih kandang; dan (4) lebah penjaga. Lebah pencari sumber pakan akan mencari nectar dan polen, kemudian pulang ke kandang untuk memberitahu kepada lebah pengumpul di mana posisi sumber pakan tersebut dari kandang. Lebah pengumpul mendatangi bunga untuk mengambil polen dan nectar, yang secara tidak sengaja pergerakan lebah di atas polen membantu penyerbukan bunga tersebut. Lebah pengumpul mengangkut polen dan nektar ke kandang dan disimpan sebagai cadangan makanan.
Perspektif kita terhadap kehidupan lebah madu di dalam berpuasa. Semua proses kehidupan lebah dilakukan di tempat yang sangat terjaga, tenang, bersih dan teratur. Larva diberi dan memakan makanan yang bersih ditempatkan tempat yang bersih, sunyi dan terjaga. Pupa yang berpuasa juga di tempat yang bersih, sunyi dan terjaga. Setelah menjadi lebah, hidup dengan cara yang bersih, teratur, bergotong royong, dan tidak ada unsur iri atas tugasnya.
Seseorang yang mengambil model puasanya lebah madu adalah seseorang yang sebelum puasa banyak melakukan perbuatan yang bermanfaat baik bagi dirinya maupun orang lain. Ketika tiba berpuasa, melakukan puasa dengan penuh ketenangan dan perbuatan-perbuatan yang disunahkan dilakukan maka setelah puasa adalah menjadi individu yang bermanfaat bagi orang lain dan orang lain menyukai kepribadiannya.
Silakan kita berpuasa mengambil model puasanya kupu-kupu jika kita sendiri merasa tidak mampu mengambil model puasanya lebah madu. Tetapi jangan sampai mengambil contoh model puasanya nyamuk. InsyaAllah kita tidak akan mengambil model puasa lalat.
Selamat mengambil hikmah puasa di bulan Ramadhan 1442 H. Selalu sebarkan kebaikan. Wassalam. (*)











Komentar