oleh

Sarasehan dan Penarikan KKN Angkatan 102 UIN SUKA di Gunungpring

MAGELANG – Tepat pada tanggal 26 Agustus 2020 telah berlangsung acara sarasehan dan penarikan peserta KKN angkatan 102 di Puroloyo Makam Auliya’ Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Turut hadir pada acara tersebut sejumlah pengurus Yayasan Makam Auliya’ Gunungpring beserta sejumlah narasumber.

Dr Hartoyuwono selaku narasumber yang merupakan sejarawan memberikan penjelasan yang panjang mengenai sejarah dan asal-muasal terbentuknya Kecamatan Muntilan hingga peristiwa sakral di balik perjuangan ulama dan masyarakat di Gunungpring dalam melawan penjajah Belanda.

“Apa yang ada di Gunungpring saat ini (seperti makam Raden Santri, Candi Ngawen, dan sebagainya) tidak terlepas dari peristiwa-peristiwa sejarah yang tidak hanya dapat ditinjau dari kaca mata morfologis namun juga dari kacamata eskatalogis. Misalnya, fakta tentang mengapa Candi Ngawen terletak di posisi yang sekarang,” papar Dr Hartoyuwono.

Baca Juga  Gurihnya Tongseng Kambing dengan Bumbu Rempah Kuat Meresap

Ternyata, menurut Dr.Hartoyuwono, pemilihan lokasi tersebut erat kaitannya dengan kondisi tanah yang subur dan secara ekonomi dapat berpeluang memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.

Narasumber saresehan Dr Harto Yuwono (Dini Astriani/Serikat News)

Selain itu, alasan di balik munculnya manuskrip di Gunungpring sampai saat ini masih menjadi tanda tanya di kalangan sejarawan. Menurut mereka, tidak ada satu pendekatan sejarah pun yang berhasil memberikan jawaban atas kemunculan manuskrip tersebut selain menggunakan pendekatan eskatologis.

Baca Juga  Tersedia 320 Sepeda bagi Pengunjung Malioboro

Hal menarik lainnya dari acara Sarasehan dan Pelepasan KKN 102 Gunungpring ini adalah diadakannya pertemuan secara virtual antara peserta seminar dengan salah seorang narasumber, yaitu Bapak Habibi selaku pakar arkeolog UGM, yang memberikan sambutan dan penjelasan lebih jauh mengenai aspek morfologi dari tata ruang Kota Muntilan melalui platform Zoom langsung dari Korea Selatan.

Seusai penjelasan dari para Narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab antara peserta diskusi dengan narasumber, khsusunya berkaitan dengan analogi nama tempat dan munculnya berbagai macam interpretasi tentang Muntilan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan launching website dan presentasi program kerja selama satu bulan yang diwakili oleh ketua KKN kelompok 79.

Baca Juga  UGM Pertahankan Gelar Juara Umum PIMNAS ke-33

Sebelum acara ditutup, Muh. Fathan selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok 79 KKN UIN SUKA turut memberikan sambutan dan arahan, sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak yayasan dan warga setempat yang telah dengan senang hati menyambut para mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga untuk menjalankan aktivitas KKN di Desa Gunungpring selama lebih kurang satu bulan.

Di samping itu, ketua KKN Kelompok 79, Ezra mewakili seluruh peserta KKN juga menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada pihak yayasan dan warga setempat. (Dini Astriani/serikatnews.com)

Komentar

News Feed