oleh

Polisi Buru Wanita Pengirim Takjil Maut

 

BANTUL – Petugas Polsek Sewon Bantul memburu wanita pengirim paket takjil sate lontong beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) seorang siswa kelas IV SD Muhammadiyah Karangkajen warga Sewon, Bantul. Ada dugaan, takjil tersebut sengaja dikirim untuk meracuni seseorang namun justru dimakan korban secara tak sengaja.

“Penerima takjil yang dituju pelaku menolak paket sate lontong itu sebelum akhirnya dikonsumsi korban,” ujar Kapolsek Sewon, Kompol Suyanto kepada wartawan di Mapolsek Sewon Bantul, Selasa (27/4).

Dia menjelaskan, hingga kini jajarannya terus mendalami kasus tersebut. Untuk itu pihaknya akan melacak wanita pengirim menu takjil tersebut. Bahkan kini sisa sate lontong yang diduga mengandung racun masih dalam pemeriksaan di laboratorium. “Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban karena kandungan racunnya masih diteliti,” jelasnya dikutip harianmerapi.com.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati dan waspada dengan pemberian paket makanan dari orang tak dikenal. Salah satunya dengan tidak serta merta menerima pemberian makanan.
“Kalau semisal ragu dengan makanan pemberian orang dan takut mubazir bila tak dimakan, bisa saja dicicipi terlebih dahulu. Kalau makanan tak sesuai ya jangan dimakan,” tegas Suyanto.

Baca Juga  Menipu Dengan Kedok Pinjaman Lunak

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa tragis dialami Naba Faiz Prasetya warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul. Bocah tersebut tewas sesaat setelah menyantap takjil berupa sate lontong, Minggu (25/4) petang. Sate itu diterima ayah korban dari seorang wanita misterius.
Sementara ibunya, Ny Titik Rini (33) yang juga menyantap takjil itu selamat dari maut setelah dibawa ke RSUD Kota Yogyakarta.

Sementara itu Bandiman bersama istrinya Ny Titik Rini datang ke Mapolsek Sewon meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut, kemarin. Keduanya berharap kejadian serupa tak terulang lagi dan menimpa orang lain.
“Kami meminta bapak polisi mengusut tuntas kasus ini. Cukup saya dan anak saya yang menjadi korban. Jangan sampai kejadian ini menimpa orang lain,” imbuh Ny Titik menjelaskan.

Baca Juga  Cara Menangkapnya Bikin Warganet Ngilu, Viral Video Pria Panen Buah Durian

Akibat keracunan menu sate lontong, Ny Titik yang sempat ikut dilarikan ke rumah sakit akhirnya dapat diselamatkan. Tetapi nyawa anaknya tak bisa diselamatkan dalam perjalanan ke rumah sakit.
Kedatangan kedua orangtua korban tersebut untuk memberikan keterangan kepada penyidik. Selain itu Bandiman juga menyerahkan barang bukti uang biaya pengantaran paket sate lontong takjil sebesar Rp 30 ribu.

“Kami datang ke polsek untuk memberikan keterangan. Selain itu saya diminta menyerahkan uang biaya pengantarnya sebagai barang bukti,” terang Bandiman.

Dijelaskan, sebelumnya pada Minggu sekitar pukul 15.30 sehabis salat Asar di sebuah masjid di Jalan Gayam Umbulharjo Yogyakarta, Bandiman dihampiri seorang wanita meminta mengantarkan paket buka puasa ke daerah Kasihan Bantul. Awalnya Bandiman meminta agar menggunakan aplikasi tetapi wanita itu mengaku tidak punya.

Setelah itu, wanita misterius tersebut memberi alamat dan nomor HP Tomy sebagai penerima tanpa mencantumkan nomor telepon pengirim. Saat itu wanita pengirim paket mengatakan paket buka puasa berasal dari pak Hamid. Saat Bandiman minta ongkos Rp 25 ribu, diberi pelaku uang Rp 30 ribu tanpa pengembalian.

Baca Juga  Jenderal TNI Dudung Abdurachman Apresiasi Ekspedisi Geopark Kaldera Toba SMSI

Setelah paket dikirim ke alat tujuan, Bandiman mengaku langsung menelepon Tomy. Tetapi yang bersangkutan tengah berada di luar kota dan diminta menyerahkan kepada istrinya di rumah. “Saat itu istri pak Tomy tidak mau memerima karena tidak kenal sama pak Hamid dan meminta saya agar paketnya dibawa pulang untuk buka puasa,” terang Bandiman.

Setelah pulang ke rumah, paket sate lontong dibuka lalu dimakan bersama keluarga. Bandiman dan anak pertamanya sempat makan sate dan tidak merasakan apa-apa. Tetapi saat korban Naba dan ibunya maka sate dicampur bumbu kemudian mereka keracunan.
Setelah itu korban dilarikan ke rumah sakit. Tetapi oleh dokter, sekitar pukul 18.50 Naba dinyatakan telah meninggalkan dunia. (Usa/Roy/harianmerapi.com)

 

Komentar

News Feed