BANTUL – Petugas Polres Bantul akhirnya mengambil alih penanganan dan penyelidikan kasus keracunan menu takjil sate lontong yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) anak Bandiman pengemudi ojol warga Sewon, Bantul. Untuk melacak wanita pengirim takjil beracun itu, polisi sudah memeriksa enam saksi dan mengecek rekaman kamera CCTV.
Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono SIK kepada wartawan, Rabu (28/4) mengatakan, kasus keracunan takjil yang menewaskan Naba ini diambil alih Polres Bantul karena kasus tersebut menjadi perhatian luas publik. Bahkan sampai tingkat nasional dan merupakan kasus langka.
“Kami ambil alih kasus ini karena sejumlah pertimbangan. Alasannya kasus ini menjadi perhatian publik,” ujarnya.
Untuk itu, kata Wachyu, saat ini kasus keracunan ditangani Satreskrim Polres Bantul. Pihak Polres Bantul terus mendalami rekaman kamera CCTV di beberapa lokasi pertemuan Bandiman dengan wanita misterius yang mengirim paket makanan itu. Seperti diketahui, Bandiman menerima order mengantar paket makanan dari seorang wanita di sebuah masjid di Jalan Gayam Kota Yogya.
Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Ngadi SH MH menambahkan, pihaknya masih menyelidiki rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi pertemuan Bandiman dan wanita itu. Selain itu polisi juga memeriksa 6 saksi.
“Untuk saksi Tomy sebagai sasaran penerima paket takjil sudah kami komunikasikan secara lisan. Nanti tinggal memperdalamnya,” jelas Ngadi.
Dia menambahkan, pemeriksaan CCTV dilakukan untuk mengungkap siapa wanita misterius yang mengirim paket takjil tersebut. Termasuk nantinya petugas juga masih menunggu hasil laboratorium terhadap kandungan bumbu sate yang menewaskan Naba. “Hingga kini hasil pemeriksaan laboratorium itu belum keluar,” jelasnya dikutip harianmerapi.com.
Sementara itu kasus takjil beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) warga Dusun Salakan Kalurahan Bangunharjo Kapanewon Sewon Bantul ini menyisakan duka mendalam tidak saja bagi keluarga besarnya. Tetapi juga SD Muhammadiyah Karangkajen 4, tempat korban menuntut ilmu. Keluarga sangat terpukul dengan peristiwa tersebut, namun orangtua korban Bandiman dan istrinya Ny Titik Rini berusaha tegar. Dari jajaran Muspika Kapanewon Sewon juga sudah bertakziah, di antaranya Penewu Sewon Drs Danang Erwanto MSi serta Panewu Anom atau Sekcam Sewon, Hartini SIP MM.
Kepada wartawan Rabu (28/4), Bandiman mengungkapkan, peristiwa yang begitu mendadak sempat membuat keluarganya terpukul. Namun karena semua sudah terjadi, kini dia berusaha untuk ikhlas, meski terasa sangat berat. Lelaki yang kesehariannya bekerja sebagai driver ojek online tersebut mengungkapkan, jika putranya sangat rajin ngaji. Bahkan sore sebelum musibah terjadi putranya ikut pengajian sore menyambut datangnya buka puasa.
Bandiman menjelaskan, sore itu putranya pulang dari pengajian sore. “Begitu tahu di rumah ada sate lontong, anak saya langsung minta disuapi ibunya, minta bumbu dicampur lontong. Tetapi tidak tahunya makanan itu mengandung racun,” ujarnya lirih. Bahkan setelah peristiwa tersebut, keluarga besar SD Muhammadiyah Karangkajen 4 datang ke rumah duka menyampaikan bela sungkawa.
Dukuh Salakan Kalurahan Bangunharjo Kapanewon Sewon, Ilham Gandha Irawan menjelaskan, korban memang sangat rajin mengaji. Oleh karena itu, sebagai orang yang dituakan di Salakan, Ilham Gandha Irawan minta kasus tersebut diusut tuntas. “Kasus ini harus dituntaskan, pelaku harus diungkap agar masyarakat tahu apa latar belakang peristiwa ini,” ujarnya usai mendampingi jajaran Muspika Sewon ke rumah duka.
Seperti diberitakan, peristiwa terjadi Minggu lalu ketika Bandiman dimintai tolong seorang perempuan agar mengantarkan paket takjil ke orang bernama Tomi di Perumahan Villa Bukit Asri, Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, dengan pengirim Hamid di Pakualaman. Karena tidak merasa pesan dan Tomi di luar kota, akhirnya oleh istri Tomi paket takjil dikasihkan kepada Bandiman. Namun setelah disantap ketika buka puasa, takjil tersebut mengandung racun yang sangat keras hingga menewaskan anak Bandiman. (Roy/Usa/harianmerapi.com)











Komentar