Jogja.siberindo.co – Pemkab Kulonprogo mulai berupaya menghidupkan sektor wisata di wilayah setempat, salah satunya berkolaborasi dengan pengelola hotel di Yogya agar bisa bekerjasama untuk melayani wisatawan. Kolaborasi diawali dengan mengunjungi sejumlah objek wisata andalan di Kulonprogo. Di antaranya, Pule Payung di Kokap, Kebun Teh Nglinggo di Samigaluh serta Kopi Pari di Girimulyo. Selain objek wisata, kunjungan juga dilakukan ke Home Stay Rumbana.
Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana menyampaikan, Pemkab berkolaborasi dengan Hotel Phoenix Yogyakarta dalam menghidupkan sektor wisata di Kulonprogo sekaligus menarik minat wisatawan untuk berkunjung kembali ke daerah ini. Keduanya ingin menunjukkan kepada wisatawan bahwa objek wisata Kulonprogo siap beroperasi kembali setelah digempur pandemi.
“Kolaborasi ini dilakukan untuk memajukan sektor wisata Kulonprogo,” katanya, Selasa (28/7).
Fajar kemudian mengapresiasi segala bentuk kerja keras para pengelola wisata di Kulonprogo dalam membangun, menjaga dan mengembangkan potensi wisata sebaik mungkin hingga dapat dikenal masyarakat luas. Bahkan semasa pandemi saat objek wisata sepi kunjangan, para pengelola tetap berjuang merawat keindahan potensinya.
“Hal ini dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor wisata. Karenanya, kami meminta agar dalam operasional semasa pandemi, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tetap diterapkan agar wisatawan merasa aman dan nyaman,” urainya.

Dalam kunjungan ke objek wisata, pihak pengelola Hotel Phoenix diwakili GM setempat, Benjamin. Ia menyampaikan kekaguman terhadap potensi Kulonprogo salah satunya gula aren dari Nglinggo. Menurut Benjamin, gula aren itu dapat dijadikan bahan ramuan untuk campuran minuman teh dan kopi.
“Kami akan beritahu cheff hotel agar menjadikan gula aren sebagai campuran minuman pengganti gula pasir. Ini bisa membantu meningkatkan perekonomian Dusun Nglinggo khususnya produsen gula aren,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono menambahkan, koneksitas antara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo dengan Borobudur Magelang akan digarap serius melalui program Bedah Menoreh yang sudah dimulai sejak dua tahun lalu. Akses jalan yang sudah ada akan dilebarkan sesuai dengan standar hingga bisa dilewati wisatawan.
“Pelebaran jalan itu diharapkan bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat. Kami bahkan menargetkan, Samigaluh bisa menjadi kota satelitnya Kulonprogo,” kata Bambang. (Amin/harianmerapi.com)











Komentar