JOGJA.SIBERINDO.CO – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama sejumlah perguruan tinggi melepas sekaligus menarik ratusan mahasiswa yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kota Yogyakarta. Para mahasiswa melakukan KKN dengan sejumlah tema yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan program pembangunan Pemkot Yogyakarta. Pelaksanaan KKN yang merupakan pengabdian kepada masyarakat itu mendukung program Kampung Tematik Pemkot Yogyakarta.
Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Yogyakarta Agus Arif Nugroho mengatakan pembangunan kota yang berkelanjutan memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan secara kolaboratif. Tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga perguruan tinggi melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Khususnya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti KKN yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Program KKN memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta inovasi yang dimiliki dalam menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif sebagai agen perubahan yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat kata Agus saat pelepasan dan penarikan KKN di Kota Yogyakarta, Jumat (28/8/2026).
Agus menegaskan selama ini Pemkot Yogyakarta terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi. Implementasi kolaborasi itu diwujudkan melalui kerjasama antara Pemkot Yogyakarta dengan berbagai perguruan tinggi lewat program One Village One Sister University khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat berbagai program pembangunan berbasis masyarakat, termasuk dalam pengembangan kampung tematik di Kota Yogya. Program KKN itu mengangkat berbagai tema yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan program pembangunan kota.
“Berbagai tema KKN diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas permukiman, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, serta pengembangan potensi sosial ekonomi. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat juga diharapkan memberi kontribusi penguatan program-program pembangunan berbasis komunitas yang telah berjalan di Kota Yogyakarta,” terangnya.
Pihaknya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada perguruan tinggi dan para mahasiswa yang melaksanakan KKN di Kota Yogyakarta. Diharapkan program KKN bisa bermanfaat dan berdampak langsung bagi masyarakat, menuntaskan permasalahan perkotaan secara gradual, inklusif merata dan berkelanjutan.
Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono menjelaskan pelepasan dan penarikan KKN itu berasal dari 5 perguruan tinggi DIY. Rinciannya sebanyak 357 mahasiswa Universitas Islam Indonesia, 91 mahasiswa Universitas Proklamasi 45, 150 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 76 mahasiswa Universitas Aisyiah Yogyakarta dan 10 mahasiswa. Program KKN itu dilaksanakan di berbagai kampung di Kota Yogyakarta sesuai. Agus juga memberikan apresiasi kepada platform creative outsourcing innovation hub Jogja Spark yang mendukung kegiatan pelepasan dan penarikan mahasiswa KKN itu.
“Pemkot Yogyakarta mengusung sepuluh tema besar melalui kolaborasi dengan kampus yang masuk dalam kegiatan Kampung Tematik. Tema yang diangkat pada pengabdian masyarakat KKN meliputi tematik sungai, kampung Inggris, olah sampah berbasis kelurahan, pembinaan wirausaha mandiri Warung Milik Rakyat (Wamira), pendampingan kelompok rentan, pendampingan kesehatan jiwa masyarakat, pengembangan ruang terbuka hijau publik (rthp), sekolah lansia, jam belajar masyarakat dan warga negara asing mengajar,” jelas Agus.
Dicontohkan salah satunya mahasiswa UII melaksanakan program selama satu bulan di Kemantren Umbulharjo dan basis kelurahan di Prenggan, Purbayan, Semaki, Kotabaru, Baciro dan Gedongkiwo. Pelaksanaan KKN mengambil tema sekolah lansia, olah sampah berbasis kelurahan, jam belajar masyarakat (jbm), wamira, pemanfaatan rthp, tematik sungai, kesehatan jiwa masyarakat dan pendampingan kelompok rentan. Menurutnya pelaksanaan KKN di Kota Yogyakarta sejalan dengan program One Village One Sister University yang merupakan langkah strategis Pemkot Yogyakarta yang menggandeng Perguruan Tinggi untuk mendampingi 169 Kampung Tematik.
“Kami berharap para mahasiswa dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai-nilai sosial, serta mampu beradaptasi dengan dinamika masyarakat. Jadikan KKN ini sebagai ruang belajar sekaligus ruang kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Yogyakarta,” tambahnya.
Sedangkan Koordinator Program di Direktorat Riset Pengabdian UMY Farkhan Lutfi menyampaikan UMY melakukan program KKN bagi mahasiswa di Kota Yogyakarta karena berdasarkan MoU UMY dengan Pemkot Yogyakarta. Oleh sebab itu menjadi komitmen UMY melakukan pengabdian masyarakat lewat KKN. Tema yang dilaksanakan dalam KKN di Kota Yogyakarta tentang tema pengolahan sampah, tematik sungai dan terkait UMKM. Programnya riil salah satunya inovasi mengolah sampah anorganik plastik menjadi buku.
“Kami targetnya KKN tidak hanya formalitas sebagai penggugur kewajiban perguruan tinggi berdampak ke masyarakat yang bersifat seremonial. Tetapi bagaimana program-programnya itu secara spesifik terasa dan dampaknya dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Khususnya kita fokus di dalam pendampingan tentang isu-isu lingkungan,” ucap Farkhan ditemui usai pelepasan dan penarikan mahasiswa KKN di Kota Yogyakarta.
Dalam kesempatan itu para mahasiswa KKN juga mendapatkan materi dari Pendiri Jogja Spark Imat Badruddin terkait KKN yang berdampak. Mulai dari cara pandang yang benar sebelum sampai pelaksanaan KKN dengan rencana aksi yang jelas dan terukur. Memetakan masalah dan solusi prioritas. Dia memaparkan ada 4 pilar utama KKN berdampak yakni masyarakat, kebutuhan, kemajuan dan masa depan.
“Mahasiswa hadir sebagai mitra belajar dan pemecah masalah bersama masyarakat. Yang kita harapkan dari KKN bukan hanya kegiatan. Tetapi warisan manfaat. Bagi masyarakat misalnya UMKM memperoleh dukungan praktis, peningkatan kemampuan, alat bantu sederhana, dan peluang usaha yang lebih baik,” pungkas Imat.(***)









