oleh

Sambudiana Cetak Pemain Sepakbola Profesional

YOGYAKARTA – Delapan belas tahun menjadi pelatih sepakbola, Sambudiana tidak kenal lelah. Alumni D2 FPOK IKIP Negeri Yogyakarta ini terus berusaha untuk mencetak pemain sepakbola profesional. Sebagian besar waktu, pikiran, tenaga, dan hartanya disedekahkan untuk calon pemain sepakbola nasional.

Sejak tahun 2002, pemegang sertifikat kursus pelatih lisensi D PSSI ini terus menjadi pelatih sepakbola sampai sekarang (2020). Pernah mengantarkan Persiba Bantul masuk semifinal Piala Kemerdekaan tahun 2015. Pahit getir menjadi pelatih sudah dialami warga RT 12 Mantup, Baturetno, Banguntapan, Bantul.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Sambudiana ingin mencetak pemain sepakbola profesional. Pelatih Kepala Sekolah Sepak Bola (SSB) Baturetno yang pernah menjadi pelatih Persiba Bantul ini sudah bertekat mewakafkan waktu, pikiran, tenaga, keahlian, dan hartanya untuk mewujudkan impiannya.

Sekarang ada lima pemain sepakbola yang ditampung di rumahnya Padukuhan Mantup RT 12 Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kelima pemain ini berasal dari Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

Sambudiana bersama tim sepakbola Muhiba (Foto: Ono/Wiradesa.co)

Para pemain muda didikan Sambudiana ini dititipkan ke SMA Muhammadiyah 1 Bantul (Muhiba). “Kami bekerjasama dengan SMA Muhiba untuk menampung anak-anak. Sehingga anak-anak selain rutin latihan sepakbola juga bisa menyelesaikan pendidikan tingkat atas,” ujar Sambudiana, Selasa (29/9/2020).

Lima pemain yang masih kelas 1 SMA ini adalah Abdi Nugroho, Arif Irawan, dan Haryanto berasal dari Sumatera Selatan. Kemudian Haikal Purwaka dari Sumatera Utara dan Maulidi dari Sulawesi Selatan. “Jadwal latihannya Selasa pagi, Rabu pagi-sore, Kamis pagi, Jumat sore, Sabtu uji coba, Minggu sore, dan Senin libur,” jelas Sambudiana.

Ada sejumlah pemain hasil didikan Sambudiana yang sudah terjun di liga profesional, antara lain Wafaul Azmi, Faturohman Aldi, dan Dici Fauzi yang semuanya terjun di liga 3. Selain itu juga ada beberapa pemain nasional yang mendapat bimbingan dari Sambudiana. Mereka antara lain Dinan Javier (U-19) dan Sadam Bani Sumantri (Timnas Pelajar).

Baca Juga:  Pentas Live Streaming, Grup Campursari Surya Kartika Rilis Tiga Lagu
Melatih Persiba Bantul meraih medali perunggu Piala Kemerdekaan 2015 (Foto: Ono/Wiradesa.co)

Untuk mewujudkan mimpinya, pelatih kepala SSB Baturetno ini siap mewakafkan tanahnya seluas 600 m2 di Mantup Baturetno untuk asrama pemain sepakbola hasil didikannya. “Jika ada investor yang senang sepakbola dan mau membangunkan asrama atlet, kami sediakan tanahnya,” tegas Sambudiana.

Untuk sementara, kamar atlet masih gabung dengan rumah tinggal Sambudiana. Saat ini ada tiga kamar, untuk menampung 7 atlet. Untuk memenuhi nutrisi, pria kelahiran Bantul 16 Juni 1969 harus merogoh koceknya sendiri. Belum ada sponsor atau pihak tertentu yang membantu memenuhi gizi para atlet sepakbola.

Meski dengan keterbatasan, tekat Sambudiana untuk mencetak pemain sepakbola nasional tetap terus membara. Dia berusaha sekuat tenaga dan pikirannya untuk melatih dan memenuhi kebutuhan nutrisi atlet binaannya. Suatu saat, pasti ada orang baik dan senang sepakbola yang mau membantu membangunkan asrama atlet sepakbola di tanah miliknya yang tidak jauh dari Lapangan Wiyoro Baturetno, Banguntapan, Bantul. (Ono/Wiradesa.co)

Komentar

News Feed