oleh

Sembung Batik Bercorak Abstrak Bermotif Galau Bergaya Kontemporer

Jogja.siberindo.co – Sembung Batik yang dirintis Kang Girin kini terus bermetamorfose. Baik desain, warna, maupun proses pembatikan sudah keluar dari pakem dan tidak lazim. Beda pakem ini justru menjadi cirik has batik yang diproduksi di Sembungan, Gulurejo, Lendah, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Desain yang dikembangkan Bayu Permadi (24), anak pertama Kang Girin, bercorak abstrak, bermotif galau, dan bergaya kontemporer. Warnanya lain dengan batik abstrak kebanyakan. Karena Sembung Batik menggunakan teknik cabut warna.

“Kami menggunakan cabut warna. Umumnya para pembatik mengawali proses pembatikannya dari kain putih. Kami bukan dari kain putih, tetapi kain yang lebih dulu diberi warna,” ujar Bayu Permadi saat berbincang dengan wartawan Wiradesa di gallery batiknya Dusun Sembungan, Rabu (29/7/2020).

Warna pada Sembung Batik juga tidak lazim. Warna sendu, kalem, dan penuh gradasi. Motif galau itu dipertegas dengan warna sendu. Dengan Teknik cabut warna dan penuh gradasi membuat karya batik dari Dusun Sembungan terlihat indah, berkelas, dan elegan.

Baca Juga  Antisipasi Banjir di Kawasan Bandara YIA, Kementerian PUPR Garap Proyek Pengendalian Banjir di Muara Sungai Bogowonto

Sejumlah pejabat dan selebritas menyukai batik karya Sembung Batik. Para pejabat dan pesohor yang rutin membeli batik Sembung, antara lain Hasto Wardoyo, Helmi Yahya, dan Dalijo Angkring. Bahkan istri Bupati Kulonprogo, Ny Sutedjo setiap bulan secara rutin memesan tiga desain.

Desain Sembung Batik kini ditangani Bayu Permadi. Dengan bekal Ilmu Lukis dari Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) dan Batik Fasyen dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Semangat mudanya yang suka perubahan, membuat desain-desain Sembung Batik keluar dari pakem, tidak seperti biasa.

Kang Girin menanamkan sikap pada kedua anaknya Bayu Permadi dan Bekti Prasetya Dewi untuk melayani dengan sepenuh hati kepada para pembeli dan pelanggan Sembung Batik.

Baca Juga  Bazar Ramadan Karang Taruna Logede dan Ibu PKK Diiringi Musik Akustik

“Bapak selalu mengingatkan usaha batik yang kami jalani ini seperti orang adang atau mbabar. Kami menawarkan jasa kepada orang lain. Sehingga apa yang diinginkan pembeli harus dipenuhi,” papar Bayu, sambal memperlihatkan hasil karyanya.

Makanya selain membuat desain sendiri, Sembung Batik juga melayani desain yang diinginkan pembeli. “Jika pembeli membawa desain atau melukis sendiri motifnya, kami siap mewujudkannya,” kata Bayu.

Tetap Bertahan

Usaha batik yang dijalani keluarga Kang Girin ternyata tahan banting. Beberapa kali menghadapi persoalan, terakhir meluasnya wabah pandemi COVID-19, usaha Sembung Batik tetap berjalan. Sejak Februari sampai Juli 2020, meski ada penurunan omzet, tetapi usaha batiknya tetap mempekerjakan sekitar 30 orang.

“Dulu ada sekitar 50 karyawan, sekarang 30 karyawan. Semoga ke depan omzetnya kembali normal dan saya optimis bisa naik melebihi sebelum COVID,” ujar Bayu Permadi yang kini sudah mantap fokus di dunia batik.

Baca Juga  Perupa Banyumas Raya Pamerkan Karya di  TWP Purbasari Pancuran Mas Purbalingga
Para Pembatik di Gallery Sembung Batik (Foto: Ono/Wiradesa)

Mas Bayu, panggilan akrab Bayu Permadi, sangat percaya selalu ada hikmah di balik musibah. Hikmah dari pandemi Covid-19 adalah pentingnya model pemasaran online. Jujur, yang menyelamatkan Sembung Batik saat pandemi virus korona adalah pemasaran onlinenya melalui media sosial.

“Sekarang kami mengangkat dua karyawan yang khusus menangani pemasaran melalui online,” jelas Bayu.

Selain terus gencar memasarkan produknya, Sembung Batik juga membuka pelatihan bagi masyarakat yang ingin belajar tentang batik. Materi diklat yang ditawarkan meliputi desain, pencantingan, pewarnaan, dan penguncian warna. Waktunya sekitar 10 hari. Sembung Batik kini juga menyiapkan penginapan bagi peserta diklat.

Dengan inovasi dan kreativitasnya, Sembung Batik terus berusaha memuaskan pembeli dengan corak, motif, dan gayanya yang abstrak, galau, dan kontemporer. Warna yang penuh gradasi membuat batik Sembung terlihat indah, berkelas, dan elegan. (Ono/wiradesa.co)

Komentar

News Feed