oleh

Gus Baha Lelang Baju Putihnya untuk Amal Gerakan Pesantren Asuh

JAKARTA – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU gelar Konser Santri Untuk Indonesia, sebagai rangkaian dari acara Gerakan Pesantren Asuh (GPA) untuk mengajak semua pihak peduli dengan masa depan anak-anak yang menjadi korban Covid-19.

Ketua PIC Panitia/RMI PBNU, Mohammad Alfuniam Alwie mengatakan, ikhtiar pertama yang dilakukan dalam mewujudkan GPA adalah dengan menyelenggarakan penggalangan dana (fundraising) publik dalam bentuk lelang barang-barang dari tokoh-tokoh NU.

“Salah satu barang dari tokoh NU yang akan dilelang pada acara besok Minggu (1/31) malam Senin, adalah baju putih milik Gus Baha untuk Amal Gerakan Pesantren Asuh,” kata Mohammad Alfuniam Alwie, Sabtu 30 Oktober 2021.

Baca Juga  Optimalkan Kegiatan Trolling, Rutan Kelas II B Purbalingga Hadirkan Si Mba Koling Rangga

Pria yang akrab disapa Kang Niam itu menyampaikan bahwa bagi para Muhibbin yang berminat ikut lelang baju Gus Baha dapat menghubungi kontak dirinya. “Segera kontak saya, PIC acara Mohammad Alfuniam 081392707112,” tuturnya.

Acara Konser Santri Untuk Indonesia GPA akan diselenggarakan di Surabaya pada hari Minggu, tanggal 31 Oktober Oktober 2021 mulai 19.00 WIB. Penyelenggara menghadirkan legenda Qasidah Indonesia ‘NASIDA RIA’, Gus Miftah, Tulus, Tompi, Marjuki Kil The DJ, Feby Putri, Pamungkas dan sejumlah nama lain.

Baca Juga  Pemkab Purbalingga Siapkan RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Sebagai Rumah Sakit Khusus Covid-19

Konser Santri untuk Indonesia terselenggara atas kerjasama RMI PBNU, TV9 Nusantara dan Rajawali Communications. Disiarkan secara LIVE oleh TVNU, TV9 dan sejumlah kanal YouTube milik artis pengisi acara.

Kang Niam menyebut, keputusan tersebut dibuat berangkat dari rekam jejak pesantren sebagai lembaga pendidikan yang bisa menaungi pembelajaran dan pembentukan karakter anak-anak dengan aman, terutama bagi santri atau calon santri yang memiliki nasib kurang beruntung.

Baca Juga  Muzani: Rakyat Paham Mana Pemimpin yang Berkomitmen Berantas Kemiskinan

“Dalam konteks Indonesia di masa pandemi seperti sekarang, pesantren menjadi tempat yang aman bagi anak-anak tanpa orang tua (yatim, piatu atau keduanya) yang disebabkan pandemi Covid-19,” kata Kang Niam. (MKR/serikatnews.com)

Komentar

News Feed