oleh

22 Warga di Satu Padukuhan Positif Corona

 

BANTUL – Penambahan kasus Covid-19 di Bantul terus terjadi. Setelah belasan kasus ditemukan dalam satu RT di Sriharjo, Imogiri, kali ini sedikitnya 22 orang dinyatakan positif Covid-19, yang merupakan warga Pedukuhan Kembangan-Kutu, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro. Jumlah ini berdasarkan data hasil tracing terhadap warga di dua RT saja di pedukuhan tersebut.

Dukuh Kembangan-Kutu Wagino membebarkan jika sebagian warganya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 baru-baru ini. Menurutnya, kejadian ini bermula saat salah seorang warga RT 07 memeriksakan diri ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul pada saat Hari Raya Idulfitri lalu. Dalam pemeriksaannya, warga tersebut dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. “Waktu periksa itu karena positif langsung dirawat di rumah sakit,” jelasnya, Senin (24/5).

Tindaklanjut penemuan kasus positif itu, kemudian petugas melakukan tracing terhadap warga yang sebelumnya melakukan kontak erat. Hasilnya cukup mengejutkan. Sebab istri, anak, dan pembantu, serta karyawannya juga dinyatakan positif. Total warga yang dinyatakan positif pasca tracing sebanyak 14 orang termasuk satu warga yang sudah dinyatakan positif sebelumnya. Banyaknya warga yang dinyatakan positif tentu menambah banyak luasan area tracing oleh petugas. Menurutnya, saat tracing untuk kasus penularan Cipto sendiri masih berlangsung. Pasalnya masih ada kontak erat namun dan bukan warga Padukuhan Kembangan-Kutu yakni warga Padukuhan Kraton, Kalurahan Mulyodadi. “Jadi awal kasusnya dari Padukuhan Kembangan-Kutu khususnya RT7 tracing sekarang sampai ke desa lain,” terang Wagino fikutip harianmerapi.com.

Baca Juga  PTKM Tak Efektif karena Mobilitas Warga Tinggi

Setelah penularan yang terjadi di RT 07, kasus penularan lain muncul di RT 06 Pedukuhan Kembangan-Kutu. Penularan di RT tersebut berawal hampir sama dengan kasus sebelumnya. Saat itu salah satu warga, Samijan memeriksakan diri ke Rumah Sakit dan dinyatakan positif Covid-19. Setelah dinyatakan positif, kemudian petugas pun melakukan prosedur yang sama, yakni tracing kepada warga lainnya yang diketahui pernah kontak erat dengan pasien. Hasilnya, istri, anak, dan cucu korban juga dinyatakan positif. Sehingga total di RT tersebut ada 8 warga yang terinfeksi virus tersebut. “Beliau ini pekerjaannya parkir di Samsat Kota Yogyakarta,” jelas Wagino.

Baca Juga  RDK Mardliyyah UGM Ngabuburit Bersama Dubes RI untuk Kuba dan Argentina

Dikatakannya, warga yang dinyatakan positif kemudian menjalani perawatan di berbagai tempat. Selain menjalani perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19, sebagaian warga lainnya berada di shelter milik Pemkab Bantul. Semenatara selebihnya dirawat di shelter milik Kalurahan.

Dikonfirmasi terpisah, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul dr. Sri Wahyu Joko Santoso membenarkan adanya kasus penularan Covid-19 di Padukuhan Kembangan-Kutu. Disinggung terkait munculnya klaster baru, pihaknya menegaskan bahwa kasus di Bambanglipuro ini belum bisa dikatakan sebagai klaster. Pasalnya, sumber penularannya berbeda-beda. “Bukan klaster ya, karena sumbernya sendiri-sendiri,” tegasnya.

Baca Juga  Bus Pengantar Takziah Ngguling di Tanjakan Dlingo

Sementara itu, Pemda DIY melaporkan penambahan 149 kasus positif Covid-19, Senin (24/5) sehingga total kasus terkonfirmasi hingga saat ini menjadi 43.430 kasus.
“Penambahan kasus sembuh sebanyak 200 kasus sehingga total sembuh menjadi 40.183 kasus dan 7 kasus meninggal sehingga total kasus meninggal menjadi 1128 kasus,” ujar Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih.

Distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 terdiri dari 29 warga Kota Yogyakarta, 35 warga Bantul, 12 warga Kulon Progo, 1 warga Gunungkidul, dan 72 warga Sleman.
“Rincian riwayat kasus terdiri dari 32 kasus periksa mandiri, 93 kasus hasil tracing kasus sebelumnya, 1 kasus screening karyawan kesehatan, dan 23 kasus belum ada info,” jelasnya.

Sedangkan distribusi kasus sembuh terdiri dari 25 warga Kota Yogyakarta, 80 warga Bantul, 43 warga Kulon Progo, 11 warga Gunungkidul, dan 41 warga Sleman. (C-1/C-4/harianmerapi.com)

Komentar

News Feed