oleh

TPQLB Susun Modul Pembelajaran untuk Difabel

FotoYOGYAKARTA – Taman Pendidikan Quran Luar Biasa (TPQLB) Yayasan Spirit Dakwah Indonesia cabang Yogyakarta gelar rapat penyusunan modul pembelajaran, Minggu (29/11/2020).

Kegiatan tersebut dipandu oleh Mochammad Sinung Restendy, pendiri TPQLB. Dihadiri oleh Ferra Puspito Sari, ketua tim penyusun modul TPQLB, Budi ustadzah TPQLB sekaligus mitra yayasan, guru dari SLBN 1 Yogyakarta, dan beberapa perwakilan dari lembaga yang ikut memberi support kegiatan-kegiatan TPQLB, seperti NU Care-LAZISNU DIY.

Ada empat poin yang dibahas dalam rapat tersebut, yaitu tentang modul pembelajaran, mekanisme pembelajaran daring, anggaran, dan home visit.

“Modul pembelajaran yang akan disusun ini, isinya tentang acuan-acuan bagaimana pelaksanaan pembelajaran untuk difabel, beserta media pembelajarannya,” jelas Sinung.

Baca Juga  Forum Rektor Indonesia Sampaikan Lima Rekomendasi Terkait MBKM

Ia mengatakan, penyusunan modul tersebut untuk memberikan spirit atau contoh bagi daerah-daerah lain agar lebih peduli terhadap difabel. Ketua penanggung jawab pembuatan modul pembelajaran yakni Ferra dibantu Budi dan Ana.

Untuk pembelajaran daring, masing-masing guru membuat dua video pembelajaran yang berdurasi 3-5 menit disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan santri. Kemudian video itu dikirim via WA atau email kepada Bayu selaku penanggung jawab.

Untuk anggaran, TPQLB Yayasan Spirit Dakwah Indonesia cabang Yogyakarta mendapat support dari Kemenag, yakni Waryono Abdul Ghafur, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jendral Agama Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Juga  ACC Salurkan Bantuan untuk Padepokan Seni Bagong Kussudiardja

“Saya besyukur dan mendukung sepenuhnya langkah yang dilakukan oleh Yayasan Spirit Dakwah Indonesia dalam rangka menyusun modul yang khusus diperuntukkan bagi para difabel. Mudah-mudahan modul ini berguna dan memberi semangat kepada para Difabel untuk semakin tekun belajar Alquran, memotivasi gurunya untuk lebih kreatif dan inovatif,” ungkap Waryono, secara daring.

Terkait dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan TPQLB, Baily selaku perwakilan NU Care-LAZISNU DIY menyampaikan bahwa pihaknya akan mendukung semua kegiatan yang dilakukan oleh TPQLB.

Baca Juga  Jembatan Sesek Ngentakrejo: Dari Jalur Penyeberangan Alternatif Hingga Jadi Lokasi Foto Prewedding

“Yang jelas LAZISNU tetap mendukung TPQLB,” turtur Baily. Pihaknya akan memberi support salah satunya dalam bentuk penggalangan dana.

Selain itu, Sinung juga mengusulkan home visit ke rumah santri dan calon santri yang membutuhkan perhatian lebih dalam belajar. Walaupun sebenarnya yayasan tidak merekomendasikan tatap muka.

“Home visit ini bagi santri yang kira-kira tidak bisa ngaji walaupun belajar dari rumah, dan kurang mendapat respons dari orang tuanya,” pungkasnya. (Syarifuddin/serikatnews.com)

Komentar

News Feed