Jogja.siberindo.co – Perputaran uang sektor industri pangan di Desa Gari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam satu tahun sebesar Rp18,8 miliar. Komoditas pangan yang paling banyak dikonsumsi warga desa adalah beras dengan nilai Rp5,5 miliar per tahun.
“Data perputaran uang sektor industri pangan warga satu desa ini diperoleh dari hasil survei kami,” ujar Septian Nurmansah, Ketua Karang Taruna Mekar Pandega Desa Gari, Kamis (9/7/2020).
Survei dilakukan pada 21 – 23 April 2020 terhadap 1.094 responden masyarakat Desa Gari. Survei ini dilakukan para pemuda karang taruna dengan dukungan pemerintah desa Gari.
Setidaknya ada 16 komoditas pangan yang dibutuhkan warga Desa Gari. Komoditas pangan itu, beras, terong, kacang panjang, tomat, cabai rawit, cabai besar, bayam, kangkung, sawi, loncang, seledri, bawah putih, bawah merah, pepaya, telor, dan ayam.
“Kebutuhan daging ayam juga relatif tinggi, karena nilainya mencapai Rp 2,3 miliar per tahun,” ungkap Septian.
Setelah survei dilakukan dan diketahui hasilnya, anak-anak muda Gari lantas menggelar Festival Pangan Desa dengan tema “Omahku Lumbung Panganku”. Ada sejumlah agenda yang digelar, antara lain “Nandur Opo Sik Dipangan, Mangan Opo Sik Ditandur” (menanam apa yang dimakan, makan apa yang ditanam), dan “Lung Tinulung Sedulur” (tolong menolong keluarga).
Kepala Desa Gari, Widodo, bersama aparat desa lainnya akan terus mendorong dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada.
“Kami menyediakan sejumlah bibit tanaman dan sayuran yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Silahkan warga menanam dan menuai hasilnya untuk mememuhi kebutuhan pangan sendiri,” tegas Widodo.
Kini warga Gari bersemangat untuk menanam berbagai sayuran dan tanaman pangan. Mereka bersama aparat pemerintah desa ingin mewujudkan Gari sebagai desa mandiri pangan. (Kang Ono)












Komentar