oleh

Telaten Loloh Cucakrowo, Sukses Beli Rumah dan Mobil

Jogja.siberindo.co – Merawat tetasan cucakrowo punya risiko kematian tinggi. Akan tetapi, di balik tingginya risiko kematian, usaha pembesaran cucakrowo punya potensi menjanjikan. Harga cucakrowo sudah bertengger pada kisaran harga Rp 10 juta sepasang, pada saat ocehan cucakrowo berusia 40-60 hari.

“Pada usia 40-60 hari, tetasan cucakrowo sudah makan sendiri. Tak perlu diloloh,” kata Wisnu Apriyanto, yang sehari-hari punya pekerjaan unik, ngloloh tetasan cucakrowo sejak usia 2-3 hari. Menurut warga Ngino Margoagung Seyegan, Sleman, tetasan cucakrowo yang masih merah itu dia beli dari para peternak seputar Yogya dan Magelang di samping tetasan indukan miliknya.

Mengapa para peternak memilih langsung menjual anakan cucakrowo kepada Wisnu? Pemuda kalem yang sukses pada usaha pembesaran cucakrowo menuturkan, bagi para peternak, tingginya risiko kematian sangat dihindari. Apalagi sebagai perawat dan pemberi pakan, Wisnu berani membeli tetasan cucakrowo umur 2-3 hari yang di pasaran perpasang sudah mencapai harga Rp5 juta.

Modal telaten diakui Wisnu sebagai hal utama. Dalam 15 hari pertama, proses pemberian pakan diatur tiap dua jam sekali mulai pukul 08.00 – 20.00. Pemberian lolohan dikurangi bertahap menjadi tiga kali sehari sampai cucakrowo berumur 40 hari tak lagi butuh lolohan lantaran mampu makan sendiri.

Baca Juga  Asal-usul Desa Tanggulangin

Dari empat pasang indukan miliknya ditambah pembelian tetasan cucakrowo, Wisnu mengaku tak pernah kesulitan memasarkan. Lakunya cucakrowo di pasaran membawa berkah tersendiri bagi lelaki lulusan SMK ini. Dari penjualan kicauan cucakrowo yang dibesarkan, Wisnu berhasil membiayai pembelian rumah dan satu unit kendaraan pribadi roda empat.

Perjalanan usaha pembesaran cucakrowo tidak langsung mulus. Beberapa kali kegagalan dialami. Kerugian finansial sudah pasti ketika anakan cucakrowo mati. Tetapi Wisnu tak pernah kapok. Dia justru banyak belajar dari kegagalan.

Baca Juga  Jamu Marikem, Pelanggan dari Orang Biasa Hingga Kalangan Bermobil

“Ini semua karena hobi saja sebenarnya. Saya memang penyuka burung ocehan. Dari suka kemudian menekuni di pembesaran. Ilmunya belajar sambil menjalani,” imbuhnya.

Diterangkannya, komposisi pakan umur sehari hingga seminggu, tetasan cucakrowo makan kroto. Nutrisi tambahan baru diberikan ketika usia sudah di atas satu minggu. Makin besar, umur bertambah pakan makin lengkap jenisnya. Ada pisang, fur pakan burung juga jangkrik. (Sukron)

Komentar

News Feed