oleh

Bengkel Reparasi Boneka Laris di Tengah Pandemi

 

BANTUL – Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini bukan manjadi kendala bagi orang-orang kreatif yang mampu menangkap peluang. Bahkan dengan ketekunan, sebuah usaha akan terus berkembang pesat.

Hal itulah yang dilakukan Verakey (41) warga Perumahan Griya Kunden Astini Dusun Combongan Jambidan Banguntapan Bantul. Setelah bisnis event organizer lesu ia pun mencoba membuka bengkel reparasi boneka sejak Maret 2020. Setelah setahun berjalan ia pun kini kebanjiran pelanggan reparasi boneka dari penjuru wilayah.

Baca Juga  Memandang Puncak Merapi Sambil Menikmati Wedang Corona

“Sejak dulu saya menyukai boneka. Saat iseng-iseng mendandani boneka yang sudah kusam ternyata menjadi lebih cantik. Ternyata responnya bagus sehingga banyak yang minta tolong direparasikan,” ujar Verakey di rumahnya belum lama ini.

Dengan berbekal hobi mengoleksi boneka dan kemampuan printing secara otodidak, ibu satu anak inipun memberanikan diri menjalani profesi penyedia jasa reparasi boneka. Untuk itu sejak setahun lalu Verakey membulatkan tekad untuk sepenuhnya terjun menjadi penyedia jasa reparasi boneka.

Baca Juga  Sensasi Makan Dalam Pesawat Sungguhan Di Jogja Airport Resto

Karena selama ini di DIY belum ada bengkel reparasi boneka. Untuk jasa reparasi ia menarik harga mulai Rp 500 ribu sampai Rp 5 juta untuk sekali reparasi. Bahkan dari barang rongsokan ia mampu menyulap menjadi boneka cantik seperti baru lagi.

Selain reparasi, ia juga membeli rongsokan boneka kemudian direparasi kemudian dijual lagi. “Paling mahal boneka rongsokan saya beli seharga Rp 50 ribu lalu saya jual kembali dengan harga jutaan,” imbuhnya kepada harianmerapi.com.

Baca Juga  Madu Lanceng Itama Lebih Cepat Dipanen

Hingga kini pelanggan tak hanya datang dari seluruh pelosok Indonesia tetapi juga luar negeri seperti Singapura dan Thailand. Dari bisnis tersebut, Verakey mampu meraih keuntungan hingga belasan juta tiap bulannya. (Usa/harianmerapi.com)

 

 

Komentar

News Feed