oleh

Pedagang Kopi Jos Boyongan: Sekarang Lebih Nyaman

 

JOGJA – Para pedagang kopi jos yang sudah puluhan tahun menempati tepi Jalan Wongsodirjan (utara stasiun Tugu Yogya) berpindah ke Slasar Malioboro di Jalan Pasar Kembang kompleks Stasiun Tugu Yogyakarta pada Kamis (8/4) sore. Perpindahan para pedagang itu ditandai dengan kirab bedhol lapak dari Jalan Wongsodirjan menuju Slasar Malioboro.

Salah satu pedagang kopi Jos Juwandi menyebut total ada sekitar 24 pedagang kopi Jos di Jalan Wongsodirjan dan semuanya berpindah ke Slasar Malioboro. Dia mengaku perpindahan pedagang ke tempat itu ditawarkan oleh pihak PT Kereta Api Daops VI Yogyakarta. Menurutnya di tempat baru, pedagang dikenai biaya kebersihan sampah, listrik dan air. Juwandi sebagai putra penggagas kopi Jos Lik Man berharap di tempat yang baru, pembeli bisa ramai pembeli.

“Pedagang legowo. Di sini lebih aman dan tidak ada yang mengusik-usik lagi. Semoga ramai. Di tempat lama tidak pasti, kadang ramai dan sepi saat hujan,” kata Juwandi usai kirab bedhol lapak di Slasar Malioboro Jalan Pasar Kembang.

Baca Juga  Buku Karya Mendiang Prof Agus Dwiyanto Raih Anugerah Buku (Pustaka) Terbaik 2020

Dia menuturkan pedagang angkringan kopi jos di Jalan Wongsodirjan ada sejak tahun 1970-an. Kopi jos selama ini menjadi minuman khas di angkringan sekitar kawasan stasiun Tugu Yogyakarta. Kopi jos menyajikan secangkir minuman kopi hitam panas yang diberi bara arang.
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengapresiasi perpindahan para pedagang kopi jos ke tempat yang lebih baik. Haryadi menjamin tidak ada lagi pedagang yang berjualan di tepi Jalan Wongsodirjan setelah para pedagang kopi jos pindah. Selanjutnya Jalan Wongsodirjan akan diperbaiki untuk akses jalan masyarakat. Lalu lintas Jalan Wongsodirjan tetap diberlakukan satu arah.

“Saya sangat gembira dan mengapresiasi atas kesadaran sendiri para pedagang untuk pindah ke Slasar Malioboro ini. Para pedagang ini hijrah dari Jalan Wongsodirjan ke tempat yang lebih baik,” kata Haryadi saat menghadiri perpindahan pedagang kopi Jos di Slasar Malioboro.

Baca Juga  Polres Purbalingga Terima Penghargaan dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia

Pihaknya juga mengapresiasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops 6 Yogyakarta yang menata dan menyediakan tempat bagi para pedagang kopi jos di ruang usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Slasar Malioboro Jalan Pasar Kembang. Pemkot Yogyakarta, lanjutnya, siap mendukung bersama PT KAI agar tempat itu bisa eksis, nyaman dan membawa rezeki bagi para pedagang.

“Pedagang jadi lebih nyaman dan pembeli dilayani di satu tempat. Dari pada jualan di pinggir jalan rasanya kurang baik. Kantong parkir pembeli juga disediakan di sebelah barat (bangunan) ” paparnya seperti dikutip harianmerapi.com.

Sementara itu Kepala Daops 6 PT KAI Yogyakarta Asdo Artriviyanto mengatakan proses penataan pedagang kopi joss di utara Stasiun Tugu di trotoar Jalan Wongsodirjan dilakukan bertahap. Dulu pedagang tersebar hingga barat kemudian di tata ke timur. Kini pedagang kopi jos direlokasi ke ruang UMKM Slasar Malioboro di Jalan Pasar Kembang di kompleks Stasiun Tugu Yogyakarta.

Baca Juga  BNPB Dampingi UMKM Terdampak Bencana di DIY Untuk Pulihkan Ekonomi

“Kopi jos ini fenomenal. Kalau belum ke kopi jos belum ke Yoya. Sekarang pedagang direlokasi ke tempat yang lebih baik. Kami harap dengan berpindahnya kopi jos di tempat ini bisa membawa manfaat,” tambah Asdo.

Dia menjelaskan Slasar Malioboro dan ruang UMKM dibangun PT KAI dalam rangka revitalisasi Stasiun Tugu Yogyakarta. Hal itu atas perintah Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X agar kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta menjadi pusat perbelanjaan dan komunitas. Bangungan cagar budaya tetap dipertahankan. (Tri/harianmerapi.com)

 

 

Komentar

News Feed