oleh

Pasar Bintaos Terendam Banjir

 

WONOSARI – Pasar Bintaos yang terletak di Kalurahan Sidoharjo, Kepanewon Tepus, Gunungkidul, kebanjiran, Senin (8/2). Padahal, wilayah ini merupakan langganan krisis air saat musim kemarau. Banjir tersebut terjadi akibat intensitas hujan tinggi ditambah saluran pembuangan air di kompleks pasar tersumbat sampah.

“Setidaknya lima pemilik toko diungsikan lantaran Banjir terus terjadi dan merendam toko serta tempat hunian,” kata Penewu (camat) Tepus, Alsito Senin (8/2) petang.

Selain menyebabkan 5 toko terendam air setinggi 60 sentimeter, kata dia terdapat puluhan lapak pedagang rusak diterjang banjir. Selain itu Banjir yang menerjang kompleks Pasar Bintaos, juga menyebabkan arus lalu-lintas Wonosari-Tepus terganggu. Banyak kendaraan bermotor khususnya roda dua macet dan sebagian pengguna jalan terpaksa melewati jalan alternatif menghindari banjir. Akibat kejadian itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama warga dan TNI/Polri maupun relawan mengambil langkah agar tidak menimbulkan korban.

Baca Juga  Enam Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Telah Ditemukan, Satu Masih dalam Pencarian

Informasi di lokasi kejadian mengatakan, hujan deras tersebut terjadi sejak pukul 14.00 WIB. Derasnya hujan yang berlangsung selama tiga jam itu membuat pertokoan, kios dan lapak pedagang pasar Bintaos terendam banjir. Tak hanya itu, sebanyak 5 pemilik bangunan diungsikan.
Banjir setinggi lutut orang dewasa itu membuat aktivitas warga terganggu. Sejumlah sepeda motor yang melintas di lokasi mengalami mogok. “BPBD langsung melakukan penelusuran untuk mencari tahu penyebab terjadinya Banjir di Pasar Bintaos ini,” ucapnya.

Terpisah Murtono warga setempat menjelaskan, selain hujan, Banjir disebabkan karena tidak berfungsinya saluran air akibat tersumbat sampah. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah agar Banjir tidak terjadi lagi karena saat ini intensitas hujan semakin meningkat dan berpotensi menimbulkan banjir. “Kami berharap lokasi saluran air segera diperbaiki supaya tidak terjadi Banjir lagi,” tutupnya.

Baca Juga  Terapkan Sistem Bonsai, Produksi Belimbing Bangkok Merah Makin Meningkat
Longsor di Padukuhan Wediutah, Ngeposari, Semanu, Gunungkidul.

Di tempat lain, hujan deras di Kabupaten Gunungkidul juga memicu bencana longsor di pekarangan rumah milik Subroto (50) warga di Padukuhan Wediutah, Ngeposari, Semanu, Gunungkidul. Longsor memicu kerusakan rumah. “Rumah tersebut dihuni 5 anggota keluarga tetapi mereka terhindar dari peristiwa tersebut,” kata Kepala Pelaksana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki MSi Senin (8/2).

Informasi di lokasi kejadian menyatakan bahwa sebelum longsor terjadi, Kapanewon Semanu, Gunungkidul diguyur hujan cukup deras lebih dari dua jam. Akibatnya talud bagin depan rumah sepanjang 14 meter dengan ketinggian 3 meter longsor hingga meluas dan merobohkan tiang penyangga rumah bagian depan. Pemilik rumah yang saat itu terlelap tidur langsung terbangun keluar rumah dan mendapati tempat huniannya longsor. Berdasarkan hasil assessment, pemilik rumah menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat kerusakan itu. “Untuk penanganan sementara sudah kami dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Pusdalops, dan warga sekitar,” imbuhnya.

Baca Juga  Mau Duel, Digagalkan Warga

Upaya perbaikan rumah rusak hingga sore kemarin masih terus dilakukan. Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto menyatakan terkait bencana longsor di Semanu aparat Polsek dan Koramil (TNI/Polri) Semanu diterjunkan untuk membantu melakukan penanganan. Harapannya selain mengantisipasi terjadinya longsor susulan, rumah korban yang mengalami kerusakan dapat difungsikan kembali untuk hunian. (Pur/harianmerapi.com)

 

Komentar

News Feed