oleh

Terapkan Sistem Bonsai, Produksi Belimbing Bangkok Merah Makin Meningkat

SLEMAN – Bertani belimbing bangkok merah telah menjadi pilihan hidup Septri Sugiharta. Septri yang tinggal di Padukuhan Beteng Margoagung Seyegan, Sleman, mencurahkan seluruh waktu, tenaga, pikiran dan perhatian pada tanaman belimbing bangkok merah yang ia tanam sejak delapan tahun silam.

“Yang ada di sekitar rumah saat ini 125 pohon belimbing bangkok merah. Sebanyak 70 pohon terbilang produktif  menghasilkan buah,” kata Septri Jumat 9 April 2021. Mencermati perkembangan budidaya belimbing di kebun,  Septri mengatakan, kini dirinya menerapkan sistem bonsai.

“Proses pengembangan budidaya belimbing bangkok merah tidak mulus. Demi mencapai produksi buah yang optimal, berkualitas, sejumlah eksperimen telah dicoba. Dulu cara konvensional. Pohon tinggi, daun lebat. Sedangkan percobaan terakhir dengan sistem bonsai,” terangnya.

Proses pembonsaian dilakukan dengan cara memotong batang primer dan cabang sekunder. Dari pohon belimbing yang berdaun rimbun dengan banyak percabangan disisakan batang tersier yang akan dioptimalkan untuk memacu produksi buah agar lebih banyak, dan lebih berkualitas.

Baca Juga  MWC Nahdlatul Ulama Sentolo Galang Dana Pengadaan Satu Unit Ambulance Gratis

“Batasan tinggi pohon belimbing cukup setinggi postur tubuh si petani untuk memudahkan akses perawatan, pemanenan. Bila terlalu lebat buang, pangkas. Dari eksperimen yang sudah dilakukan, saat pohon belimbing dibiarkan tinggi, daun lebat, hasil buah kurang maksimal,” tuturnya.

Septri puas dengan meningkatnya hasil pembonsaian belimbing bangkok merah (Foto: Wiradesa)

Sebagai petani belimbing, Septri punya kiat selalu berusaha disiplin. Dia begitu mencermati tanaman bahkan sekecil apa pun gejala yang muncul terkait hama misalnya, tindakan cepat dan tepat segera ia lakukan. “Kala ditemukan serangga satu saja, segera lakukan penyemprotan atau segera bungkus buah. Dengan kedisiplinan, tanaman akan sehat buah juga bagus,” ucap Septri.

Baca Juga  Pelaku Wisata di Sleman Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama secara Drive Thru

Dengan menerapkan konsep ala bonsai pada seluruh tanaman belimbing di kebun, Septri mencatat adanya peningkatan produksi buah 4 hingga 5 kali lipat dibanding sebelumnya. Bila sebelumnya satu pohon hasilkan buah 10 kg setelah menerapkan sistem bonsai hasil buah bisa mencapai 50 kg. “Dulu pernah terlintas ide, bikin tempat nongkrong di bawah rindangnya pohon belimbing, sambil menikmati suasana petik buah. Tetapi saat ini rencana itu tak akan dilanjutkan. Fokus dan konsentrasi sekarang pada produksi buah dan kualitas buah,” ujar Septri yang punya pelanggan loyal dan bersedia antre untuk dapat menikmati belimbing bangkok merah dari kebun Septri. Kebutuhan belimbing bangkok merah diakuinya cukup tinggi. Diibaratkan dari permintaan belimbing segar satu kuintal, ia baru sanggup memasok 20 kg bagi para pelanggannya sehingga mau tak mau pelanggan harus bersedia mengantre.

Baca Juga  BMKG Ingatkan 5 Provinsi Ini Siaga Banjir Dua Hari Mendatang

Totalitas Septri bertani belimbing bangkok merah terbilang luar biasa. Lulusan Jurusan Bahasa Jerman UNY mengakui, saking cintanya dengan budidaya belimbing bangkok merah membuatnya tak mau beralih bidang. Pernah ia mencoba beragam usaha, jualan hingga makelaran tetapi akhirnya kembali juga ke pertanian belimbing.

“Proses pembudidayaan belimbing bangkok merah sebenarnya simpel. Dari bibit ditanam. Pupuk pakai pupuk kandang. Kombinasi pupuk lain berupa pupuk fermentasi dari limbah pertanian, peternakan dan limbah rumah tangga. Cara pemupukan disemprot dua minggu sekali ke daun, cabang dan batang. 100 persen pupuk organik. Kalau pestisida masih pakai kimia tapi kadar sangat rendah,” urainya. (Sukron Makmun/wiradesa.co)

Komentar

News Feed