oleh

Barang Impor Tanpa Dokumen Lengkap Dimusnahkan

Sleman Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Yogyakarta memusnahkan 2.169 barang hasil penindakan sejak pertengahan tahun 2020 hingga April 2021, Jumat (9/4).

Penindakan dilakukan karena barang-barang yang dimusnahkan dikirim dari luar negeri menuju Indonesia tanpa disertai dokumen-dokumen lengkap. Pemusnahan digelar di halaman kantor KPPBC TMP B Yogya Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Kasi PKC VI Turanto Sishwardoyo mengatakan, pemusnahan barang-barang tersebut dengan cara dihancurkan dan dibakar.
Hal itu dilakukan agar menghilangkan fungsi dan sifat awal barang sehingga tidak bisa digunakan.
“Sebanyak 2.169 item barang tersebut terdiri dari kosmetik, suplemen, obat-obatan, kamera, alat pancing, handphone, baju bekas, spare part bekas dan rokok,” kata Turanto dikutip harianmerapi.com.

Baca Juga  182 Lulusan SMA di Purbalingga Ikuti Seleksi Polri

Menurut Turanto, barang yang dimusnahkan merupakan barang-barang yang dikirim dari luar negeri menuju Indonesia tanpa disertai dokumen-dokumen lengkap. Sementara pemiliknya tidak menyelesaikan kelengkapan.
“Barang itu masuk dalam kategori barang larangan dan pembatasan. Barang-barang ini sebagian besar masuk ke wilayah Indonesia melalui barang kiriman pos dan barang bawaan penumpang melalui bandara,” katanya.

Baca Juga  2 Kubah Lava Gunung Merapi Masih Tumbuh, 32 Guguran Lava Dalam Sehari

Dikatakan, sebelum dimusnahkan, pemilik barang sudah diberi peringatan untuk mengambil dan mengurus dokumen yang kurang lengkap. Pihaknya juga sudah mendapatkan persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang.
“Nilai barang yang dimusnahkan sekitar Rp 998 juta. Barang yang dimusnahkan dari tahun lalu jumlahnya berkurang. Paling banyak kiriman pakaian dari luar negeri,” ujar Turanto.

Kepala Kantor Sentra Pengolahan Pos Plemburan Yogyakarta Aton Krisna Sutantiyo menambahakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak bea cukai untuk mengantisipasi barang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.
Menurutnya, selama ini barang kiriman dari luar negeri menuju Indonesia didominasi dari wilayah Asia, seperti Cina, Hongkong, Malaysia, Singapura, Belanda, Korea. Mayoritas merupakan barang itu pesanan melalui jual-beli online.

Baca Juga  Budi Juriyah, Setia Jualan Bambu

“Di kantor, kami bertugas memfilter barang dari luar negeri. Apakah barang ini kena bea masuk atau tidak, kalau kena berarti dipanggil orangnya untuk membayar dan melengkapi dokumen,” pungkasnya. (Shn/harianmerapi.com)

 

Komentar

News Feed