oleh

71th UGM (3): Relaksasi Kurikulum di Seluruh Prodi

Prof Ir Panut Mulyono MEng Deng IPU ASEAN Eng

Rektor UGM


KEBIJAKAN Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada awal tahun 2020 ini telah menjadi pendorong proses relaksasi kurikulum di seluruh program studi sarjana dan sarjana terapan. UGM telah menyediakan dukungan kebijakan melalui Peraturan Rektor tentang Kerangka Dasar Kurikulum dan panduan pelaksanaan kebijakan MBKM.

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, mendapat pendanaan Belmawa Dikti untuk menjadi Center of Excellent (CoE) Implementasi MBKM yang akan menjadi rujukan prodi lain dalam mengimplementasikan kebijakan MBKM di UGM secara menyeluruh.

Sebagai upaya akselerasi implementasinya, UGM bersama Belmawa Dikti telah memfasilitasi 20 program studi dari 13 fakultas, yaitu Fakultas MIPA, Farmasi, Kedokteran Hewan, Pertanian, Teknologi Pertanian, Ilmu Budaya, Biologi, Teknik, Psikologi, Ilmu Sosial Politik, Peternakan, Filsafat, dan Geografi sebagai pelopor pengembangan kerja sama untuk implementasi MBKM yang diharapkan dapat menjadi pendamping akselerasi implementasi MBKM di program studi lainnya di UGM.

Tantangan dalam masa pandemi Covid-19 untuk penyelenggaraan pendidikan adalah upaya yang harus dilakukan secara menyeluruh untuk pencegahan penyebaran Covid-19, baik di lingkungan kampus dan lingkungan sekitar kampus maupun tempat mahasiswa kita tinggal dan berinteraksi sosial. Kegiatan pelayanan laboratorium screening Covid-19 UGM setiap hari dicatat dalam sistem manajemen data secara online yang dipersiapkan oleh tim teknologi informasi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan. Data harian dapat diakses secara real time pada dashboard melalui website http://covid-19.simkes.id/ dengan menggunakan user name dan password.

Total jumlah sampel swab nasofaring yang telah diterima oleh laboratorium screening Covid-19 UGM hingga tanggal 11 Desember 2020 adalah sebanyak 30.815 sampel dengan jumlah sampel positif 4.315 dan sampel negatif 26.500. Kontribusi UGM terhadap layanan screening dilakukan untuk membantu Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dalam proses screening Covid-19.

Baca Juga  Covid-19 di Yogyakarta: Tenang Bukan Berarti Tidur

Tim Satgas Covid-19 yang dibentuk untuk merespons pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus dan sekitarnya telah melakukan berbagai aktivitas, antara lain, koordinasi proses isolasi mandiri civitas academica di Asrama Dharmaputera Baciro; penjagaan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dalam acara di lingkup UGM; penyiapan unit kerja dalam upaya pencegahan penularan Covid-19; penilaian penerapan protokol kesehatan di foodcourt, proyek konstruksi, unit kerja, dan lain-lain; serta sosialisasi adaptasi menuju kebiasaan baru di lingkungan UGM dan sekitarnya.

Baca Juga  UGM Akan Melayani Vaksinasi Ketiga untuk Masyarakat Tanggal 31 Januari

Ketika UGM akan melaksanakan KBM Bauran pada tahun 2021, peran dan fungsi Satgas Covid-19 perlu diperluas dan terintegrasi di berbagai unit di UGM. Kebutuhan tim Satgas Covid-19 yang ditempatkan di setiap unit untuk mengawal KBM Bauran menjadi sebuah kebutuhan penting yang harus dicukupi, baik dari segi jumlah, kapasitas, maupun kemampuannya.

Perubahan Pengabdian

Pandemi mendorong UGM untuk melakukan penekanan/perubahan pada berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakatnya. Mitigasi bencana pandemi Covid-19 menjadi tema pada banyak kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hingga akhir tahun 2020, Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) yang bertema besar mitigasi pandemi diselenggarakan di 236 unit yang tersebar di 27 provinsi.

KKN-PPM ini diselenggarakan sepenuhnya secara daring dengan diikuti oleh 5.181 mahasiswa. Ribuan poster, film pendek, dokumen, serta produk cetak dan digital lain mereka hasilkan untuk mendampingi masyarakat dalam merespons pandemi ini dari berbagai aspek. Selain melalui program KKN-PPM, tim Disaster Response Unit (DERU) juga mendistribusikan obat-obatan dengan total hampir 146.000 buah perlengkapan kesehatan (coverall protective suit, surgical gown, faceshield, sarung tangan, dan masker) serta lebih dari 2.500 liter handsanitizer dan desinfektan ke 497 lembaga rumah sakit, faskes pratama, dan pemerintah daerah di 22 provinsi.

Baca Juga  CIMEDs UGM Kembangkan Pemutar Gagang Pintu Pencegah Penyebaran Corona

Di lingkup internal kampus, telah dilaksanakan 445 kegiatan untuk penanganan Covid-19 di tingkat fakultas/sekolah, pusat studi, dan juga Rumah Sakit Akademik UGM. Berbagai keterbatasan sebagai konsekuensi mitigasi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan kinerja UGM untuk pengabdian kepada masyarakat.

Dalam berbagai keterbatasan, inovasi-inovasi UGM bermunculan dengan semangat untuk tetap mengabdi kepada masyarakat. Kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah mampu berperan secara signifikan dalam pengembangan strategis arah pemanfaatan dana desa.

SDG Centre UGM yang semakin intensif juga semakin mampu memberikan kontribusinya. Berbagai kegiatan berskala internasional dijalankan oleh Regional Centre of Expertise (RCE). Bersama dengan delapan perguruan tinggi dari lima negara, UGM aktif dalam ICT-Enabled In-Service Training of Teacher to Address Education for Sustainability yang dibiayai oleh Erasmus.

Kegiatan lain yang juga sukses diselenggarakan, antara lain, adalah International Conference on Community Engagement and Education for Sustainable Development (ICCEESD) 2020 dan 8th International Education For Sustainable Development (ESD) Forum. (*/Bersambung)

Komentar

News Feed