oleh

Masa Pandemi Covid-19, Jual Beli Barang Antik Justru Meningkat

YOGYAKARTA –  Transaksi jual-beli barang antik dan jadul teryata justru mengalami peningkatan, meski pandemi Covid-19 belum berakhir. Selain dapat dijadikan sarana hiburan, barang antik dan jadul juga bisa dijual lagi secara online.

Ekky D selaku praktisi jual-beli barang antik mengatakan, saat ada pandemi Covid-19, transaksi jual-beli barang antik dan jadul justru mengalami peningkatan. Hal ini tak jauh beda dengan jual-beli tanaman serta ikan hias. Selain dapat dijadikan sarana hiburan, barang antik dan jadul juga bisa dijual lagi secara online.

Menurut praktisi jual-beli barang antik, Ekky D, saat ada pandemi Covid-19 sebagian kolektor barang antik malah senang menambah koleksinya. Kolektor biasanya orang berduit dan koleksinya belum tentu untuk dijual lagi. Ketika semakin banyak koleksinya bisa menambah rasa senang serta kebanggaan tersendiri. Sedangkan pelaku jual-beli secara online bisa datang dari berbagai kalangan, bahkan pelajar dan mahasiswa.

Baca Juga  Pura-pura Beli Es Dawet, Ternyata Mencuri HP

“Berkembangnya teknologi handphone sangat mendukung aneka usaha jual-beli termasuk barang antik. Pembelinya bisa banyak berasal dari lintas daerah, pembayarannya cukup ditransfer dan barangnya dikirim lewat jasa paket. Hal seperti ini bisa menjadi rezeki tersendiri saat masih ada pandemi Covid-19,” jelasnya.

Pemilik usaha barang antik dengan nama Ekky-Dewi Collection ini pun menerapkan jual-beli secara online. Pemasaran secara online dapat memanfaatkan beberapa media sosial. Namun menerapkan juga offline dengan datang langsung di tempat usahanya, yakni di Patran Banyuraden Gamping Sleman maupun di Pasar Klithikan Pakuncen Yogya Blok A1 nomor 47-48. Aneka barang antik dan jadul tertata dengan baik, sehingga calon konsumen akan merasa lebih leluasa untuk memilih produk yang akan dibeli atau bertanya-tanya dahulu.

Baca Juga  Public Health Pandemic Talks: Melibatkan Kelompok Rentan dalam Penanganan Pandemi Merupakan Investasi Jangka Panjang

“Menurut kami kriteria barang antik itu pembuatannya sebelum tahun 1950, sedangkan barang jadul atau retro yaitu buatan setelah 1950 sampai awal 1990,” ungkap Ekky.

Barang antik dan jadul terbuat dari porselin antara lain bisa berwujud guci, piring, cangkir, mangkok, gelas serta jenis-jenis benda hiasan yang cocok ditempatkan di almari, meja ataupun ditempel pada dinding. Sedangkan yang terbuat dari kristal, misalnya bisa berwujud gelas, vas bunga, mangkok, toples dan lampu gantung/hias. Ada pula kain batik tulis dengan motif-motif jadul. Bisa lebih mahal lagi batik tulis peranakan China (warna lebih cerah) serta motif Jawa lama. Harga kain batik ini biasa di atas Rp 1 juta perpotong kain.

Baca Juga  Informasi Seputar Ibadah Haji 2021, Saudi Arabia Wajibkan Syarat Ini

“Lain halnya dengan barang antik terbuat dari kayu, misalnya ada meja-kursi, almari dan bufet. Jenis kayunya biasa kayu dengan kualitas bagus seperti jati tua dan kayu-kayu asal China seperti kayu swanci dan trembalo. Bisa memiliki harga lebih mahal jika ada ukiran-ukiran yang khas, perpaduan Jawa-China,” beber Ekky.

Ditambahkan Ekky, semakin lama jam terbangnya di bidang barang antik/jadul akan bisa lebih piawai, misalnya untuk memperkirakan tahun pembuatan, tingkat kelangkaan serta termasuk barang lokal atau impor. (Harianmerapi.com/Yan)

 

 

Komentar

News Feed