oleh

Eling Peduli Lingkungan

MAGELANG – Persoalan sampah di Pasar Ngablak dan sekitarnya menjadi keprihatinan Eling Aneka Mala. Sejak dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Magelang 2019-2024, dia langsung bergerak ikut aktif mengatasi masalah lingkungan di daerah pemilihannya, khususnya di Kecamatan Ngablak.

Eling yang tinggal di Ngablak terus mendorong aparat desa agar menjadi contoh bagi warganya dalam menangani sampah. Sebagai wakil rakyat, dia sadar dengan perilaku pemilihnya. “Warga di sini itu harus diberi contoh dulu. Kalau belum ada yang melakukan dan terbukti hasilnya, maka susah mengajak warga untuk mengikutinya,” ujar Eling kepada Wiradesa.co, Sabtu (15/8/2020).

Makanya anggota Komisi 3 yang menangani bidang lingkungan hidup ini mengapresiasi apa yang dilakukan Sekretaris Desa Sumberejo Suwondo. Sudah empat bulan ini, Suwondo dibantu anaknya Danu Murdyanto membudidayakan Maggot. Binatang dari telur Lalat Hitam (black soldier fly) ini dipakai untuk pakan ayam Joper (Jowo Super).

Baca Juga  Meski Lansia, Witarsih Produktif Bekerja

Cara penanganan sampah yang dilakukan Suwondo sangat bagus, karena pengelolaannya dari hulu sampai hilir. Mereka mengumpulkan sampah dari pasar, rempelan sayur, dan rumah tangga, kemudian dicacah, dilembutkan, untuk pakan Maggot. Kemudian Maggotnya untuk pakan ayam Joper. Selanjutnya Joper dijual untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Ternyata di balik sampah ada berkah. Sampah jika ditangani dengan benar, ternyata bisa mendatangkan rezeki, menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga,” papar Eling. Dengan niat mengatasi limbah, kerja keras mengolahnya, dan sabar maka akan menjadi berkah bagi yang melakukannya.

Contohnya Suwondo. Aparat Desa Sumberejo ini sudah mulai menuai hasilnya. Dia sudah mulai menjual Maggotnya. Harga Maggot Rp6.000 per kilogram. Prepupa Rp60.000 per kg dan Pupa Rp80.000 per kg. Sebentar lagi Suwondo juga sudah bisa menjual 400 ayam Jopernya. Harga ayam Joper Rp30.000 per kg.

Baca Juga  Nayaka (14) Ingin Hidup Tanpa Limbah
Budidaya Maggot di Desa Sumberejo (Foto: Ono/Wiradesa.co)

Dengan contoh nyata seperti itu, Eling Aneka Mala yakin jika upaya peningkatan ekonomi masyarakat yang diprogramkan Pemerintah Desa Sumberejo akan berhasil. Pemdes bersama BPD telah memasukkan program penanganan sampah, budidaya Maggot, dan memelihara ayam Joper dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Sumberejo.

Program pemberdayaan ekonomi masyarakat terkait dengan pengelolaan sampah, budidaya Maggot, dan pemeliharaan ayam Joper sudah masuk APBDes Sumberejo. Nantinya pada anggaran 2021, ada 450 KK yang mendapatkan bantuan langsung tunai, setiap KK Rp600.000. Warga sepakat, besok uang bantuan pemerintah akan digunakan untuk budidaya Maggot dan memelihara ayam Joper.

Setiap kepala keluarga nantinya akan mendapatkan 100 ayam Joper dan sejumlah telur lalat hitam (BSF). Diharapkan setelah dua bulan bisa panen. Joper saat panen beratnya sekitar 1,2 kg. Harga Joper Rp30.000 per kg. Jadi nantinya warga akan memperoleh pendapatan dari ayam Joper Rp3.600.000. Setelah dipotong biaya pakan, hasil bersihnya sekitar Rp1.600.000. “Jadi setiap bulan warga akan mendapatkan tambahan pemasukan sekitar Rp800.000,” kata Suwondo.

Baca Juga  Mbah Gito, Kuliner Bakmi Jawa Eksis Nguri-uri Budaya

Dengan program yang tersistematis, Eling akan terus mendampinginya. “Saya ingin mendampingi dan terus memantau perkembangan penanganan sampah, budidaya Maggot, dan pemeliharaan ayam Joper di Desa Sumberejo,” tegas Eling Aneka Mala. Politikus PDI Perjuangan akan meminta pada dinas terkait untuk ikut bersama-sama, mengatasi sampah, khususnya di Sumberejo dan Kecamatan Ngablak pada umumnya.

Selain melibatkan dinas terkait, Eling juga akan mendorong STIE Mitra Indonesia dan Asian Organic Farming Consultant untuk mendampinginya. Kerja sama antara pemerintah desa, anggota dewan, perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat akan mewujudkan upaya penanganan limbah secara sistematis. Menangani limbah mendatangkan berkah. (Ono/Wiradesa.co)

Komentar

News Feed