oleh

Lewat Ekonomi Kreatif, Kota Yogya Jadi Penopang Perekonomian DIY

JOGJA.SIBERINDO.CO – Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman tercatat memiliki Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita di atas rata-rata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Namun, kesenjangan antarwilayah masih menjadi tantangan, dengan jarak PDRB per kapita hampir empat kali lipat antara wilayah tertinggi dan kabupaten dengan capaian terendah.

Secara dinamis, berdasarkan pertumbuhan nominal PDRB per kapita atas dasar harga berlaku (ADHB) periode 2020–2025, belum terdapat kabupaten/kota di DIY yang mampu tumbuh di atas rata-rata provinsi secara bersamaan dari sisi PDRB per kapita dan pertumbuhan populasi.

Hal tersebut menjadi salah satu isu dalam Yogyakarta Economic Symposium (YES) 2026 yang digelar di Kasultanan Grand Balroom, Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Kamis (3/9).

Forum yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Yogyakarta tersebut menjadi ruang kolaborasi akademisi, praktisi, pemerintah, dan masyarakat dalam merumuskan gagasan kebijakan berbasis riset.

Dalam sambutannya, Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyambut baik penyelenggaraan YES 2026. Menurutnya, tema yang diangkat menjadi momentum untuk membaca arah pembangunan ekonomi secara lebih jernih, menjaga pertumbuhan, memperluas manfaat, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di tengah perubahan yang semakin cepat.

Baca Juga  Jabat Kasatlantas Purbalingga, AKP Rizky Widyo Pratomo Gantikan AKP Fadli

Ia berharap rekomendasi yang lahir dari forum tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi diterjemahkan menjadi agenda kerja nyata.

“Simposium ini hendaknya tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi bergegas bergerak menjadi agenda kerja yang nyata,” katanya.

Ni Made menekankan sejumlah agenda yang perlu diperkuat, mulai dari pengembangan UMKM agar naik kelas, perluasan akses pembiayaan yang sehat, peningkatan kualitas pariwisata, penguatan ekonomi kreatif, hingga penyiapan generasi muda agar mampu memasuki ekosistem ekonomi baru.

Baca Juga  Pakem Sleman Jadi Zona Merah, Satu RT Lockdown

“Semoga simposium ini menjadi ruang untuk menajamkan arah, mempertemukan gagasan, dan melahirkan langkah yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta terus mendukung berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat pemerataan.(****)

News Feed